harapanrakyat.com,- Pemprov Jabar menunjukkan komitmen kuat dalam sterilisasi atau menertibkan semrawutnya kabel utilitas udara. Apalagi selama ini merusak pemandangan kota sekaligus membahayakan keselamatan warga.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memasang target besar agar seluruh ruas jalan yang berstatus milik provinsi sudah bersih dari bentangan kabel di udara. Bahkan rencananya akan sepenuhnya bermigrasi ke dalam tanah (underground ducting) pada tahun 2027.
Sebagai langkah konkret, pihak pemprov berencana mengundang jajaran pengusaha di Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) pada pekan depan. Agenda pertemuan tersebut dirancang untuk merumuskan formulasi serta skema penataan infrastruktur digital yang efisien di wilayah Jawa Barat.
Baca juga: Target Bebas Kabel Semrawut, Pemprov Jabar Mulai Komunikasi dengan APJATEL Hingga Provider
“Rencana pembenahan kabel ini sebenarnya sudah lama saya targetkan harus tuntas di tahun 2027. Guna merealisasikannya, pekan depan kami akan memanggil pihak APJATEL untuk berdiskusi bersama,” ujar Dedi, Sabtu (6/6/2026).
Pematangan Anggaran dan Integrasi Proyek Jalan
Dedi membeberkan bahwa pihak asosiasi sebelumnya sempat menawarkan opsi bahwa proyek migrasi jaringan ini bisa dilaksanakan tanpa menyedot anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Akan tetapi, melihat kondisi riil di lapangan di mana volume jaringan kabel yang menggantung sangat masif, Dedi menilai perhitungan pembiayaan yang matang tetap krusial agar pelaksanaan proyek tidak terkendala atau berhenti di tengah jalan. Menurutnya, besarnya jumlah kabel yang ada saat ini pada akhirnya akan tetap memerlukan kalkulasi biaya yang jelas.
Baca juga: Jawa Barat Bebas Kabel Semrawut 2029, Dedi Mulyadi Intruksikan Transformasi Kabel Bawah Tanah
Lebih lanjut, ia menegaskan kebijakan baru di mana per tahun 2027, setiap proyek konstruksi maupun perawatan jalan provinsi wajib diintegrasikan langsung dengan penyediaan saluran bawah tanah untuk utilitas.
“Kami menekankan agar setiap daerah mulai mengikis persoalan kabel udara ini secara berkala. Mulai tahun 2027, pengerjaan fasilitas jalan harus berjalan satu paket dengan penataan kabel,” tegas Dedi.
Terkait kekhawatiran masyarakat akan adanya potensi kelumpuhan jaringan internet (blackout) sewaktu pemutusan dan pengalihan jalur kabel udara dilakukan, Dedi mengingatkan para provider telekomunikasi untuk mempersiapkan mitigasi teknologi.
Ia meminta perusahaan penyedia layanan internet untuk mematangkan kesiapan infrastruktur teknis mereka. Sehingga proses transisi jalur kabel tersebut tidak sampai mengorbankan dan merugikan mobilitas digital masyarakat luas. Kunci utamanya berada pada peningkatan kualitas teknologi agar operasional layanan tetap berjalan normal selama proses pemindahan. (Reza/R6/HR-Online)

12 hours ago
8

















































