Menelusuri Sejarah Pesantren Cikalama Sumedang Jawa Barat

17 hours ago 8

Sejarah Pesantren Cikalama Sumedang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Jawa Barat. Sejak awal berdirinya, pondok pesantren ini tak hanya berperan penting dalam mencetak generasi yang memahami ilmu Islam. Tapi juga membentuk karakter santri yang berakhlak, mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar. 

Baca Juga: Jejak Sejarah Pesantren Gentur Cianjur dan Tokoh Pendirinya

Mengenal Sejarah Pesantren Cikalama Sumedang sebagai Lembaga Pendidikan Tua

Pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan tradisional di Indonesia. Lembaga pendidikan ini memiliki sejarah panjang yang mengakar kuat sejak berabad-abad tahun lalu. Lebih tepatnya, jauh sebelum kerajaan Islam berdiri.

Sebagai informasi, pesantren di Indonesia berawal sejak zaman walisongo. Kala itu, Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maghribi dari Gujarat, India adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan pesantren di Indonesia. 

Perkembangan pesantren di Indonesia kemudian semakin meluas hingga ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Nah salah satu pesantren tertua di Jawa Barat ini adalah Pesantren Cikalama. Lembaga pendidikan tersebut memiliki sejarah perjalanan begitu panjang dengan banyaknya alumni yang tersebar di berbagai pulau. 

Sejarah Pesantren Cikalama

Sejarah Pesantren Cikalama Sumedang berdiri sekitar tahun 1930. Tahun pendirian pondok ini berdasarkan atas tulisan dan informasi dari pendirinya, yakni Syekh Abdul Mutolib. Konon katanya, Pesantren Cikalama berdiri 315 tahun jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan catatan sejarah tersebut, Pesantren Cikalama masuk sebagai pondok tua yang terkenal di dalam maupun di luar kompleks.

Baca Juga: Sejarah Pesantren Sukamiskin, Ponpes Tertua di Bandung

Pesantren Cikalama berasal dari kata cikal dan ulama. Cikal artinya pertama atau yang paling tua. Secara makna, Cikalama dapat diartikan sebagai “cikalnya ulama”, yakni tempat lahirnya para ulama. Istilah ini merujuk pada pesantren yang berperan menjadi pencetak ulama ketika santri telah menyelesaikan pendidikannya. 

Seiring berjalannya waktu, Cikalama tidak hanya terkenal sebagai sebuah istilah saja. Tetapi juga berkembang menjadi nama kampung. Lokasi kampung ini terletak di wilayah selatan Kabupaten Sumedang. 

Sementara Pesantren Cikalama merupakan lembaga pendidikan Islam yang sebelumnya populer dengan nama Pondok Pesantren Karang Asem. Nama Cikalama kemudian semakin populer setelah pesantren tersebut berdiri pada tahun 1930 oleh Syekh Abdul Mutolib. 

Berdasarkan catatan terakhir, Pesantren Cikalama memiliki sejumlah tanah wakaf dengan luas lebih dari 20.000 m. Aset ini terdiri dari berbagai lahan, sebagai berikut. 

  • Lahan masjid
  • 2 asrama putra berbentuk kamar
  • 2 gedung asrama putri
  • Rumah kyai
  • Aula pesantren 
  • Halaman pesantren
  • Lahan kolam pesantren

Selain itu, lahan Pesantren Cikalama juga mencakup beberapa bidang tanah yang masih belum digunakan secara optimal. Kemudian, ada pula tambahan lokasi lahan untuk makam karuhun atau leluhur setempat. 

Lokasi Pesantren Cikalama

Sejarah Pesantren Cikalama Sumedang berdiri di Dusun Parakanmuncang RT 03 RW 03. Lebih tepatnya di Desa Sindang Pakuwon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Nah, akses menuju lokasi pesantren cukup mudah. Sebab hanya berjarak sekitar 1,5 km dari jalan provinsi lewat jalur Cileunyi-Cicalengka, Kabupaten Bandung, kemudian ke arah timur. 

Sementara itu, lokasi pesantren dari pusat Kota Sumedang berjarak kurang lebih 15 km ke arah utara. Letaknya cukup strategis, sehingga pesantren mudah dijangkau dari berbagai wilayah sekitar. 

Selain populer dan kaya sejarah di wilayah Sumedang, Pesantren Cikalama juga memiliki jaringan alumni yang sangat luas. Alumni pondok ini tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Sumatera hingga beberapa negara tetangga, termasuk Malaysia dan Brunei Darussalam. 

Layanan Pendidikan di Pesantren

Pesantren Cikalama memiliki dua unit pendidikan, yakni TPA dan Madrasah Diniyah. Sementara itu, pesantren juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler aktif. Mulai dari kajian kitab kuning, marawis, muhadharah, istighosah, ngabungbang hingga ziarah. Selain itu, ada pula kegiatan olahraga seperti futsal, senam, voli, bulu tangkis, tenis meja dan seni beladiri. 

Tak hanya berfokus pada pendidikan Islam, pesantren juga menawarkan ilmu modern yang sangat berguna bagi santri. Ilmu yang diajarkan ini mencakup komputer, english club, bahasa arab dan keterampilan seperti perkebunan, pertanian dan perikanan. 

Baca Juga: Sejarah Pesantren di Jawa Barat Tahun 1800-1900, Basis Pendidikan Islam yang Ditakuti Belanda

Sejarah Pesantren Cikalama Sumedang membawa peran penting dalam membentuk karakter, pola pendidikan dan kepemimpinan para santri. Melalui nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun, sejarah pesantren Cikalama Sumedang menjadi fondasi kuat bagi para santri untuk mengabdi di tengah masyarakat. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |