harapanrakyat.com,- Rencana konser Hadad Alwi dan Danilla Riyadi berhasil mengejutkan publik penikmat musik Indonesia saat ini. Kolaborasi lintas genre ini melahirkan dialog spiritual untuk memaknai kembali hakikat cinta kepada Tuhan.
Diskusi inspiratif kedua musisi ini terlihat begitu hangat dalam Podcast Naik Clas edisi Bulan Ramadhan. Perbincangan tersebut menyoroti keberagaman cara manusia memandang Sang Pencipta melalui kacamata kejujuran dan pengalaman batin.
Pandangan Spiritual Jelang Konser Hadad Alwi dan Kejujuran Diri
Musisi religi ini menyintesiskan konsep kehadiran Tuhan secara aktif dalam setiap denyut aktivitas keseharian manusia. Ia sangat mengapresiasi pengakuan jujur Danilla mengenai kehadiran Allah dalam setiap momentum kehidupannya tanpa terkecuali.
Baca juga: Profil Gerald Situmorang, Sosok Musisi Multitalenta yang Berhasil Mencuri Hati Ayushita
Pernyataan tulus tersebut menyentuh perasaan sang penyanyi senior hingga ia terharu melihat kedalaman iman rekannya. Selanjutnya, mereka berdua meyakini bahwa spiritualitas bukan sekadar ritual formal semata, melainkan kesadaran batin yang terjaga.
Sementara itu, proses kreatif aransemen ulang lagu bernuansa religi melibatkan campur tangan penuh dari seorang Danilla Riyadi. Penyanyi indie tersebut merombak total nuansa musiknya agar bisa menyatu sempurna dengan karakter vokalnya.
Danilla bahkan menitikkan air mata saat mendalami makna lirik karya Abu Nawas yang sangat menyentuh. Lagu puitis ini menjadi representasi nyata mengenai kondisi manusia rapuh yang mengharapkan kasih sayang Tuhan.
Di sisi lain, Hadad Alwi juga memperingatkan bahaya sikap merasa lebih mulia karena atribut fisik. Bahkan ia menceritakan momen kepada Danilla untuk tidak perlu malu dan menyembunyikan tato di lengannya demi sebuah pencitraan.
Baca juga: Tristan Juliano Resmi Menikah, Adik Musisi Kevin Aprilio
Kemudian, Musisi Indonesia tersebut juga menanggapi komentar negatif warganet mengenai gaya urakan rekannya dengan sebuah pembelaan yang sangat tegas. Ia menyatakan setiap orang memiliki hak setara untuk mengekspresikan cinta kepada Rasulullah tanpa harus dihakimi.
Perjalanan kolaborasi musikal ini akan berpuncak pada sebuah pertunjukan langsung yang mengusung tema penuh kenangan, yakni A Journey To Remember. Acara tersebut akan terselenggara secara meriah pada tanggal 28 Februari 2026 di area M Block Space, Jakarta Selatan.
Pertunjukan ini sengaja mengajak penonton dewasa untuk merayakan kembali memori masa kecil yang penuh kehangatan. Mereka akan kembali bernostalgia dengan berbagai tradisi lantunan sholawat analog yang menenangkan jiwa dan pikiran.
Penyelenggara juga turut menggandeng kolaborator lintas genre seperti Is Pusakata, Bilal Indrajaya, dan Novi Aila. Kolaborasi unik ini diharapkan mampu menjangkau generasi muda agar tetap mencintai tradisi religi secara relevan.
Visi besar dari konser Haddad Alwi ini adalah menanamkan kecintaan abadi kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini. Tradisi sholawat harus tetap lestari di tengah zaman sebagai kompas moral dan sumber ketenangan jiwa. (Muhafid/R6/HR-Online)

16 hours ago
8

















































