harapanrakyat.com,- Sejumlah warga di Kota Banjar, Jawa Barat, turut bergembira menyambut Hari Jadi ke-23 Kota Banjar. Mereka berharap Pemkot Banjar dapat memperhatikan kesejahteraan dengan meningkatkan honor atau insentif bagi Ketua RT dan RW hingga guru madrasah diniyah.
Salah seorang warga yang juga tokoh masyarakat, Rusli mengaku turut gembira memeriahkan Hari Jadi Kota Banjar ini. Ia pun memiliki harapan kepada Pemerintah Kota Banjar agar memperhatikan nasib dan kesejahteraan kaum buruh, dengan memberikan program-program kemandirian.
“Kami berharap siapapun yang memimpin harus bijaksana dan memperhatikan kesejahteraan kaum buruh,” kata Rusli kepada harapanrakyat.com usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Banjar, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Pengembangan Budidaya Ikan Bebeong Belum Mendapat Perhatian Serius Pemkot Banjar
Harapan Warga di Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, Ekonomi Meningkat
Ia juga berharap pemerintah kota memperhatikan kesejahteraan Ketua RT dan RW di lingkungan. Serta kesejahteraan guru madrasah diniah dengan cara menambah besaran insentif atau honor.
Menurutnya, selama ini untuk pemberian insentif tersebut memang sudah ada. Namun, jika dibandingkan dengan tugas mereka di lingkungan perlu ada penambahan agar lebih layak dan merasa diapresiasi.
Selain itu, Rusli juga berharap pemerintah kota dapat memperhatikan infrastruktur jalan. Terutama jalan yang ada di lingkungan karena pembangunannya belum merata.
Baca Juga: Sentilan KDM di Hari Jadi Banjar: Kota Berkembang Harus Miliki Branding sebagai Ciri Khas Daerah
“Infrastruktur gang-gang kecil yang belum merata dan terbengkalai. Ini juga harus menjadi perhatian bagi Walikota Banjar supaya menjadi prioritas,” ujar Rusli yang juga Anggota Sarbumusi Kota Banjar.
Warga lainnya, Aa Sukmana mengaku di Hari Jadi ke-23 Kota Banjar ini tidak berharap banyak adanya pembangunan infrastruktur. Karena sudah sering mendengar keterbatasan anggaran dan efisiensi.
Meski begitu, ia berharap dengan kondisi yang serba terbatas, pemerintah kota dapat menjaga kondusifitas wilayah dan mengupayakan agar ekonomi masyarakat bisa meningkat.
Terutama membantu kondisi pasar yang memasuki bulan Ramadhan ini seharusnya pasar bertambah ramai. Tetapi kondisi yang ada justru semakin sepi sehingga harus menjadi perhatian.
Baca Juga: Demo Wali Kota Banjar, PMII Sebut Program Berdaya Tak Sesuai Realita Pembangunan Stagnan
Bahkan, lanjut Aa, belum lama ini terdapat keluhan dari sejumlah pedagang yang membuatnya tak bisa berucap. Yakni kondisi sejumlah kios yang tutup lapak dan kemudian dijadikan tempat parkir.
“Kondisi pasar justru sangat-sangat memprihatinkan. Nah, ini gimana caranya pemerintah memberikan dukungan kepada kami pedagang pasar agar bisa bertahan,” ungkap Aa yang juga sebagai pedagang di Pasar Banjar. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
6

















































