harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut bakal menyumbang karpet dan aksesoris ruangan DPRD Kota Banjar agar lebih estetik. Hal itu ia sampaikan saat pidato Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Banjar ke-23 di Gedung DPRD Kota Banjar, Sabtu (21/2/2026).
Awalnya orang nomor satu di Jawa Barat itu menyampaikan pentingnya pembangunan sebuah kantor pemerintahan agar memiliki nilai estetika dan ciri khas sebagai identitas daerah.
Baca Juga: Sentilan KDM di Hari Jadi Banjar: Kota Berkembang Harus Miliki Branding sebagai Ciri Khas Daerah
Ruangan DPRD Kota Banjar Kurang Estetik
Gubernur yang akrab dipanggil KDM itu lantas menyoroti penataan ruangan dan perlengkapan Gedung DPRD Kota Banjar yang menurutnya kurang estetik.
Terdapat beberapa tulisan kertas yang terpasang di dinding ruangan gedung, kabel yang semrawut, bahkan penggunaan karpet yang sudah kumal.
“Tiap gedung harus punya ciri khas, memiliki estetika. Tadi nepi ka kuring ningali karpet, ieu karpet meni dekil kieu. Ampun ieu karpet kantor dewan jiga di warung kopi (Tadi saya melihat karpet, itu karpet sangat kotor. Ampun ini karpet kantor dewan seperti di warung kopi),” ujar Gubernur disambut gelak tawa peserta rapat.
“Geus ke ku aing disumbang karpetna nu anyar amih bersih, jeung ieu pinggir-pinggirna rada ditata amih rada pantes teu jiga ruang SD (Sudah nanti sama saya disumbang karpet yang baru supaya bersih, dan ini pinggir-pinggirnya ditata supaya pantas, tidak seperti ruang SD),” kata KDM disambut tepuk tangan riuh dari peserta rapat paripurna.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dapat Rapor Hijau, Jaminan Sosial Warga Kurang Mampu Hingga Akses Permodalan Jadi PR
Tata Ruang Daerah Berkembang
Gubernur Dedi Mulyadi lantas menyampaikan pentingnya memperhatikan tata ruang kota sebagai sebagai identitas sebuah daerah.
Menurutnya, daerah berkembang harus memiliki branding yang menjadi ciri khas supaya bisa menjadi daya tarik pengunjung dari luar daerah. Karena sebuah daerah bakal maju dan berkembang jika pemimpin dan rakyatnya punya identitas dan jati diri.
Ia juga meminta agar pemerintah kota memperindah tata ruang dengan bangunan dan gapura yang memiliki nilai estetik serta memperhatikan kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Publik Tembus 95,5 Persen, Dedi Mulyadi Ngaku Belum Berbuat Apa-apa
Selain itu, penataan ruang kota pun harus dibarengi dengan menjaga ekosistem lingkungan dan menjaga kelestarian alam.
“Mengurus alam sama halnya jauh dari perilaku keserakahan dan korupsi. Nah, ini daerah yang alamnya terjaga, budayanya terjaga, masyarakat akan sejahtera,” ujarnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

6 hours ago
13

















































