harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat ingin guru turut serta menjaga kesehatan mental para pelajar. Sebab, belakang ini terdapat fenomena pelajar yang mengakhiri hidup.
Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto mengatakan, peran guru di era sekarang harus bertransformasi total. Guru tidak lagi hanya sebagai penyampai informasi, melainkan ikut serta menjaga kesehatan mental pelajar.
Ia menyebut, sekolah dan guru saat ini sedang berpacu dengan arus informasi dan perkembangan teknologi yang begitu masif. Atas dasar itu, model pembelajaran saat ini harus menyesuaikan dengan generasi sekarang.
Baca Juga: Tindaklanjuti Instruksi KDM, Disdik Jawa Barat Wajibkan Pakta Integritas Pelajar dan Orang Tua
“Sekarang sekolah berpacu dengan stimulasi digital. Jadi tata kelola zaman dulu dengan sekarang berbeda. Maka model pembelajaran itu, guru harus bisa melakukan pendampingan terhadap anak,” kata Purwanto, Sabtu (21/2/2026).
Guru Jadi Solusi Masalah Kesehatan Mental Pelajar, Tidak Hanya Sekadar Memberikan Materi
Menurut Purwanto, di era kecerdasan buatan (AI) dan mesin pencari, fungsi guru sebagai sumber informasi utama maupun pemberi materi telah bergeser.
Saat ini, para pelajar sudah bisa mendapat materi pembelajaran di platform digital. Oleh karena itu, guru harus mendampingi pelajar untuk keluar dari masalah pribadi dan sosial.
“Sekarang itu ada Google atau ChatGPT, kalau untuk cari informasi dan materi. Jadi tugas guru sekarang, tidak hanya di bagian BK (Bimbingan Konseling) saja, mendampingi anak-anak keluar dari masalah pribadi maupun sosial,” ujarnya.
Ia meyakini kesehatan mental merupakan fondasi utama dalam kegiatan belajar mengajar. Apabila, pelajar masih terbelit masalah mental dan sosial, mereka akan sulit menyerap materi pelajaran.
“Kalau sudah keluar dari masalah pribadi dan sosial, akan enak belajarnya. Jadi yang harus diatasi itu sebenarnya kesehatan mentalnya dulu,” ucapnya.
Baca Juga: Disdik Jawa Barat Pastikan Pembinaan Siswa Nakal di Barak Militer Berlanjut Tahun Ini
Program In-House Training Panca Waluya
Purwanto menambahkan, saat ini Disdik Jawa Barat sedang menguatkan kapasitas guru melalui In-House Training (IHT) Panca Waluya.
Penguatan kapasitas guru melalui IHT Panca Waluya ini bertujuan untuk menangani isu kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo; Tanpa Seleksi Akademis, Khusus Warga Miskin
“Guru-guru harus belajar bagaimana cara menangani kesehatan mental anak dan menciptakan lingkungan sekolah yang menumbuhkan potensi mereka. Kami sudah mulai ciptakan itu melalui pelatihan IHT Panca Waluya,” katanya.

15 hours ago
8

















































