Aplikasi Ayo ke Taman Nasional: Solusi Digital Menhut untuk Akses Wisata Alam yang Lebih Mudah

7 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, secara resmi meluncurkan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional dalam rangkaian acara Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) di Jakarta pada Kamis (4/6/2026).

Platform ini hadir sebagai langkah konkret transformasi digital untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. Serta layanan wisata alam di seluruh penjuru negeri, seiring dengan meningkatnya tren berwisata ke alam terbuka di kalangan generasi muda Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa yang terdiri dari 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam.

Baca Juga: Wajah Baru Taman Wisata Alam Angke Kapuk PIK, Ekowisata Urban Paling Hits 2026

Menhut menegaskan, kunjungan ke kawasan konservasi ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Karena aktivitas luar ruangan telah menjadi gaya hidup arus utama bagi anak muda, yang kini lebih aktif mencari pengalaman baru di alam daripada sekadar berdiam diri di rumah.

Transformasi Digital Melalui Aplikasi Ayo ke Taman Nasional

Sebelumnya, sistem masuk ke kawasan konservasi masih menggunakan metode manual atau “sistem sobek tiket” yang dinilai tidak efisien, kurang transparan. Sehingga sulit untuk dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Melalui kehadiran Aplikasi Ayo ke Taman Nasional, ekosistem digital ini diperkuat sehingga masyarakat dapat membeli tiket secara daring. Serta mendapatkan informasi detail mengenai destinasi tujuan hanya dalam satu genggaman.

Baca Juga: Trekking di Taman Hutan Raya Bandung, Eksplorasi Alam dan Sejarah di Dago Pakar

Hingga saat ini, upaya percepatan tersebut telah membuahkan hasil signifikan dengan 93 persen dari total Taman Nasional di Indonesia yang sudah menerapkan sistem tiket elektronik (e-ticketing).

Pemerintah juga berkomitmen mengatasi kendala infrastruktur di daerah pelosok agar digitalisasi tetap berjalan lancar. Di kawasan yang minim pasokan listrik dan sinyal internet, Kemenhut memanfaatkan teknologi ramah lingkungan seperti panel surya (solar panel).

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, pengunjung tetap bisa menikmati layanan e-ticketing, bahkan di tempat-tempat paling terpencil sekalipun.

Baca Juga: Wisata Taman Nasional Ujung Kulon 2026, Wajah Baru The Last Paradise dengan Akses Tol dan Konservasi Ketat

Menhut Raja Juli berharap, dengan sistem yang lebih modern dan transparan, pengelolaan wisata alam Indonesia menjadi lebih profesional dan akuntabel.

Melalui dukungan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional, Menhut juga berharap pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang lebih aman, nyaman, dan berkesan saat menjelajahi keindahan alam Nusantara. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |