Ono Surono Hingga Adian Napitupulu Konsolidasi Politik di Kota Banjar 

13 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono bersama Wasekjen Bidang Komunikasi DPP PDIP Adian Napitupulu melakukan konsolidasi politik di Kantor DPC PDIP Kota Banjar. Kunjungan ini berlangsung pada Jumat (5/6/2026).

Ono mengatakan, kunjungan tersebut untuk memastikan pembentukan struktur partai yang baru saja rampung dibentuk dari tingkat DPC. Selain itu, struktur juga dibentuk hingga tingkat terbawah atau tingkat ranting.

Baca juga: Antisipasi Krisis Ekonomi, Ono Surono Instruksikan Legislator PDIP se-Jabar Pangkas Anggaran Kunker

Sehingga pihaknya tinggal melakukan tindak lanjut dengan membagikan surat keputusan struktur partai politik yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Di bulan ini kita akan bagikan surat keputusan DPD untuk pengurus PAC. Selain itu, surat keputusan DPC untuk pengurus ranting dan anak ranting,” ujar Ono kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Konsolidasi Politik untuk Menjalankan Instruksi DPP

Ono menekankan pentingnya menjalankan instruksi utama dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD partai terkait ketahanan pangan. Karena itu, kader diminta menggalakkan penanaman 10 komoditas pangan pendamping beras.

“Ada singkong, ya, cabai, untuk menjaga situasi yang saat ini sudah mulai terjadi kenaikan kebutuhan pokok rakyat. Beras naik, cabe naik, bawang naik dan sebagainya,” ujarnya. “Kita ingin memastikan instruksi partai baik dari DPP dan DPD ini berjalan dengan baik,” ujarnya melanjutkan.

Baca juga: PDIP Jawa Barat Siap Laksanakan Instruksi DPP Soal Larangan Berbisnis MBG dan Mengelola SPPG

Selain masalah pangan, Ono juga menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ia memerintahkan Fraksi PDIP di DPRD Kota Banjar untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan efisiensi terhadap program pemerintah daerah yang dibiayai APBD. 

Menurutnya, anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik harus dialihkan untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Fokus bantuan tersebut wajib diarahkan kepada kelompok masyarakat rentan, seperti buruh, petani, nelayan, dan pelaku UMKM. “Saya yakin anggota legislatif lebih banyak ketemu rakyat. Mereka juga lebih mengetahui persoalan rakyat dan lebih mempunyai solusi bagaimana bisa membantu rakyat,” tandasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |