Menikmati suasana malam di Kota Bengawan saat liburan terasa kurang lengkap kalau tidak singgah ke tempat-tempat wedangan legendaris di Solo yang menawarkan kehangatan serta interaksi sosial yang khas.
Terkenal dengan sebutan HIK atau Hidangan Istimewa Kampung, tempat-tempat ini bukan sekedar warung makan. Tetapi juga simbol perjuangan ekonomi “wong cilik” yang bertahan melintasi berbagai generasi.
Sejarah mencatat, meskipun kini sangat identik dengan Solo, cikal bakal wedangan legendaris ini sebenarnya berasal dari Desa Ngerangan, Klaten. Tepatnya melalui tangan kreatif Eyang Karso Dikromo (Mbah Jukut) pada tahun 1930-an.
Baca Juga: Eksplor 5 Spot Street Food Viral di Bandung Saat Malam, Wajib Masuk Daftar Liburan Kamu
Kisah ini bermula saat Mbah Jukut merantau ke Solo saat usia 14 tahun untuk menjadi tulang punggung keluarga. Awalnya, ia berjualan makanan dengan cara memikulnya atau istilahnya terikan.
Istilah HIK sendiri konon berasal dari teriakan khas penjualnya saat menjajakan dagangan, yaitu “Hiiikk… turrr!”. Kemudian akhirnya diplesetkan menjadi akronim modern pada era 1980-an.
Seiring perkembangan zaman, wadah dagangan yang awalnya dipikul bertransformasi menjadi gerobak dorong. Kini menjadi ikon pemandangan malam di setiap sudut jalan.
Daftar Wedangan Legendaris di Solo dan Rahasia Teh Nasgithel
Kunci utama yang membuat wedangan legendaris ini begitu banyak peminatnya adalah racikan minumannya yang menggunakan filosofi “Nasgithel” atau panas, legi (manis), dan kenthel (kental).
Rahasia rasa sepat yang mantap ini biasanya berasal dari perpaduan tiga hingga empat merek teh yang menyeduhnya secara bersamaan. Selain teh, menu ikonik seperti Teh Kampul, yaitu teh dengan irisan jeruk peras yang mengapung, menjadi sajian unik. Menu tersebut sulit kita temukan di daerah lain.
Baca Juga: Wisata Malam di Bogor, dari Destinasi Viral hingga Kuliner Ikonik
Rekomendasi Tempat Wedangan di Solo
Wedangan Pendhopo (Mangkubumen): Tempat wedangan legendaris di Solo ini menawarkan nuansa klasik di dalam bangunan Joglo dengan dekorasi antik. Keluarga Presiden Jokowi sering berkunjung ke tempat tersebut.
Wedangan Basuki (Sondakan): Berdiri sejak 2008, wedangan ini menjadi favorit Ganjar Pranowo dan terkenal dengan susu jahe merah, serta sambal nasi kucingnya yang pedas menggigit.
Selanjutnya wedangan Mbah Wiryo: Beroperasi sejak 1958 di dekat Stasiun Purwosari. Warung ini legendaris dengan menu jadah goreng dan wedang jahenya yang autentik.
Wedangan Pak To: Telah eksis selama 35 tahun di kawasan Kaliarangan, wedangan legendaris di Solo ini terkenal karena menu pisang goreng dan es jeruk murninya sering ludes hanya dalam waktu 2-3 jam.
Cafe Tiga Tjeret: Mengusung konsep modern di dekat Pura Mangkunegaran. Kafe ini tetap mempertahankan cita rasa tradisional dengan beragam pilihan nasi kucing dan sate.
Baca Juga: Menjelajah Kuliner Legendaris Yogyakarta yang Wajib Masuk List Liburan Anda
Menjelajahi ragam kuliner malam di Surakarta memang memberikan pengalaman emosional tersendiri bagi para wisatawan luar maupun warga lokal. Dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000, tempat-tempat ini berhasil menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu meja.
Maka dari itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi langsung sajian khas di berbagai wedangan legendaris di Solo untuk merasakan “ruh” asli dari kota budaya ini. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
7

















































