RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pola Makan bagi Pasien Hemodialisa

7 hours ago 12

harapanrakyat.com,- RSUD Pandega Pangandaran, Jawa Barat, menekankan pentingnya pengaturan pola makan atau diet khusus bagi pasien gagal ginjal yang rutin menjalani terapi hemodialisa (cuci darah). Hal ini menjadi faktor dalam menjaga stabilitas kondisi fisik, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien di tengah penurunan fungsi organ ginjal.

Baca Juga: RSUD Pandega Pangandaran Gandeng Nutricia, Susun PPK Penanganan Stunting

Nutrisionis RSUD Pandega, Lentri Fitri Mulyani menjelaskan, bahwa pasien hemodialisa memerlukan asupan nutrisi yang berbeda dari orang sehat pada umumnya. Menurutnya, selektivitas dalam memilih makanan dan minuman, berfungsi untuk mencegah akumulasi zat sisa metabolisme yang tidak lagi mampu dibuang oleh tubuh secara alami.

“Hal ini bertujuan supaya zat sisa dalam tubuh tidak menumpuk. Selain itu juga, membantu menjaga kondisi kesehatan,” jelasnya saat memberikan sosialisasi di lingkungan RSUD Pandega Pangandaran, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Bisa Berakibat Fatal, RSUD Pandega Pangandaran Minta Masyarakat Tak Tunda Periksa Gejala Kanker Tulang

Aturan Pola Makan Pasien Hemodialisa, Panduan dari Nutrisionis RSUD Pandega

Lentri merinci, ada empat komponen utama yang wajib dibatasi konsumsinya oleh pasien, yakni garam, cairan, kalium, dan fosfor. Ia memaparkan, bahwa asupan garam yang tinggi berisiko memicu hipertensi dan penumpukan cairan (edema). Sementara itu, kelebihan kalium dianggap sangat berbahaya karena dapat mengganggu irama jantung secara mendadak.

Sejumlah jenis makanan yang masuk dalam daftar batasan ketat. Meliputi makanan instan, produk olahan, minuman bersoda, serta buah-buahan dengan kadar kalium tinggi seperti pisang dan durian.

Kendati banyak batasan, Lentri menegaskan, bahwa pasien Hemodialisa tetap dilarang kekurangan gizi. Protein berkualitas tetap dibutuhkan untuk menjaga massa otot dan mempercepat pemulihan tubuh pasca-tindakan cuci darah. Namun, harus sesuai anjuran tenaga kesehatan. “Sumber protein bisa diperoleh dari telur, daging, ayam, atau ikan dalam jumlah yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien,” jelasnya.

Baca Juga: Waspada Campak pada Anak, RSUD Pandega Pangandaran Paparkan Gejala dan Pentingnya Imunisasi

Selain faktor nutrisi, pihak RSUD Pandega juga mengingatkan pasien untuk disiplin mematuhi jadwal hemodialisa yang telah ditetapkan. Kolaborasi antara kepatuhan medis dan pengaturan pola makan diharapkan dapat meminimalisir risiko komplikasi jangka panjang. “Pola makan yang baik membantu pasien merasa lebih nyaman, menjaga stamina, dan mengurangi risiko komplikasi serius selama menjalani terapi,” pungkasnya. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |