harapanrakyat.com,- Sebuah pabrik pengolahan kayu di Dusun Sidamulya, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ludes dilahap si jago merah pada Kamis (14/05/2026) dini hari. Insiden ini mengakibatkan kerugian materil yang ditaksir kurang lebih mencapai Rp 2 miliar.
Petugas Pemadam Kebakaran Pos WMK Banjarsari, Icep Saeful Azhar, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 01.18 WIB dari seorang warga bernama Nursin.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan dua unit armada pemadam menuju lokasi. Petugas tiba di tempat kejadian dalam waktu 23 menit,” ujar Icep kepada awak media, Kamis (14/05/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB. Nursin, yang saat itu sedang berjaga di pabrik, tiba-tiba mendengar suara gemeretak kayu yang terbakar. Saat diperiksa, api rupanya sudah berkobar hebat dan merambat ke bangunan utama pabrik kayu milik Nurhidayat (49) tersebut.
Melihat api kian membesar, Nursin segera menghubungi petugas Damkar Pos WMK Banjarsari untuk meminta bantuan.
Dugaan Penyebab Kebakaran di Pabrik Kayu Banjaranyar
Icep menjelaskan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek atau korsleting listrik. Kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta luasnya area yang terbakar membuat api cepat merambat.
Baca Juga: Pemkab Ciamis Percepat Aktivasi IKD demi Penyaluran Bansos Lebih Akurat
“Luas keseluruhan pabrik ini sekitar 50×50 meter, sementara area yang terdampak kebakaran mencapai 50×40 meter. Hampir seluruh bagian bangunan dan isinya ludes terbakar,” tambahnya.
Sebanyak lima orang personel diterjunkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama guna memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi menyala kembali. Petugas baru berhasil menyelesaikan penanganan secara total pada pukul 07.38 WIB pagi.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian pemilik pabrik sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 2 miliar,” jelas Icep.
Dalam penanganan musibah ini, petugas Damkar dibantu oleh personel Polsek Banjarsari, petugas PLN, perangkat desa dan kecamatan, BAZNAS, Tagana, Relawan Cakra Sahitya (RCS), serta warga setempat.
Baca Juga: Setahun Program Berjalan, Siswa TK Al-Basith Pasawahan Ciamis Belum Pernah Rasakan MBG
Usai melakukan pemadaman, petugas juga melakukan observasi, pendataan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

9 hours ago
14

















































