harapanrakyat.com,- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembarangn Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat, Rega Wiguna, diterpa isu perselingkuhan. Namun di tengah isu panas tersebut, ia mengaku mendapat kekuatan terbesar dari orang terdekatnya. Rega pun menegaskan kondisi rumah tangganya tetap harmonis, bahkan sang istri menjadi pendukung utama saat ini.
“Alhamdulillah sampai saat ini baik-baik saja. Istri saya orang pertama yang mensupport dan mempercayai suaminya,” ungkap Rega saat dikonfirmasi, Rabu (13/05/2026).
Sebelumnya, nama Rega Wiguna belakangan ini menjadi sorotan tajam. Isu dugaan pelanggaran etik yang menyebut inisial RW itu mengguncang lingkungan birokrasi Pemkab Bandung Barat, menjadi bola panas politik yang menguji integritas pejabat publik.
Meski diterpa tudingan keras, Rega membantah segala isu yang berkembang liar tersebut. Baginya, semua kabar yang beredar adalah fitnah belaka dan tidak berdasar.
“Prinsip saya, berita apa pun tidak masalah. Tapi yang menyebut Rega Wiguna selaku Kepala BKPSDM terlibat itu sama sekali tidak benar dan fitnah,” tegasnya.
Baca Juga: Aturan Berubah, Kuota Haji Bandung Barat Anjlok dari 1.228 Tinggal 89 Orang
Ia mengaku sangat dirugikan secara moral akibat pemberitaan tersebut. Nama baiknya tercoreng, dampaknya pun meluas hingga ke lingkungan keluarga.
“Jelas ada kerugian. Nama baik tercemar, dampaknya ke saya dan keluarga. Tentu hal ini sangat tidak menyenangkan,” keluhnya.
Baca Juga: Dugaan Perselingkuhan Pejabat KBB Jadi Sorotan, Integritas ASN Dipertanyakan
Kepala BKPSDM Bandung Barat Siap Jalani Proses Hukum
Rega menegaskan dirinya taat aturan dan hukum. Ia akan mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku sebagai warga negara yang baik, demi membuktikan kebenaran.
“Kami junjung tinggi supremasi hukum. Apapun prosedurnya akan kami ikuti, agar fitnah ini bisa dihentikan,” ucapnya.
Saat ini, pihak Inspektorat baru saja melakukan konfirmasi awal kepadanya, namun belum ada penjelasan rinci terkait materi pemeriksaan lebih lanjut.
Ia juga menegaskan berhak menyampaikan klarifikasi. Bagi Rega, kritik dan pemberitaan diterima dengan lapang dada, namun ia punya hak jawab untuk meluruskan fakta.
“Sebagai manusia pasti merasa terusik. Saya terima semua pemberitaan, tapi saya punya hak bicara bahwa tuduhan itu tidak benar,” tambahnya.
Baca Juga: DLH Jawa Barat Beberkan Upaya untuk Memperpanjang Usia Zona 5 TPA Sarimukti
Ditanya soal dampak terhadap jabatan, Rega menyebut itu risiko melekat. “Kalau pribadi sudah disinggung, otomatis menyangkut juga status dan jabatan saya saat ini,” tandasnya. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

7 hours ago
7

















































