harapanrakyat.com,- Pembangunan menara pemancar atau tower triangle di Dusun Mekarsari, Desa Pasirlawang, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini menuai keluhan dari warga setempat.
Keberadaan tower tersebut menyisakan penyesalan bagi warga yang tinggal di area terdampak. Pasalnya, sejak berdirinya menara itu, sambaran petir kerap terjadi dan menjadi ancaman menakutkan bagi warga saat hujan turun.
Baca juga: Terenyuh Lihat Tangis Keluarga, Korban Pemalsuan Tanda Tangan Tower BTS di Ciamis Pilih Islah
Jajuk, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa minimnya sosialisasi sebelum pembangunan memicu dugaan adanya ketidakberesan dalam proses perizinan, termasuk penyaluran kompensasi bagi warga di radius terdampak.
“Saat ini muncul rasa penyesalan atas izin lingkungan yang disetujui warga. Hal itu lantaran warga kurang pengetahuan terkait dampak adanya tower,” ujar Jajuk kepada HR, Selasa (12/05/2026).
Sambaran Petir Jadi Teror Menakutkan
Jajuk memaparkan, belum lama ini terjadi serangkaian insiden yang diduga kuat akibat keberadaan tower tersebut. Mulai dari pohon kelapa yang tersambar petir hingga kerusakan massal alat elektronik milik warga.
“Bahkan ada warga yang melihat gumpalan bola api meledak menyambar pohon. Akibatnya banyak lampu rumah dan PJU mati, bahkan kemarin ada kWh listrik warga yang kena dampak sambaran petir,” terangnya.
Ia juga menyayangkan sikap pihak provider yang terkesan tertutup saat dikonfirmasi mengenai perizinan pembangunan tower tersebut. Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, dirinya kesulitan menemui pihak pengembang.
“Ketika minta difasilitasi oleh pemerintah desa (Pemdes) juga terkesan ditutupi. Padahal saya hanya ingin mempertanyakan perizinan pembangunan tower ini,” tambah Jajuk.
Selain itu, Jajuk menduga adanya permainan oknum saat penyaluran kompensasi untuk warga yang terkena dampak radiasi. Ia menyebut, ada sebagian warga yang berada di garis radius namun hingga kini belum tersentuh bantuan atau kompensasi sama sekali.
Ia pun berharap Pemdes Pasirlawang bisa lebih transparan dan tidak ada kesan “main mata” dengan pihak pengembang.
“Seharusnya Pemdes mendengar keluhan warga. Saat ditanya siapa saja penerima kompensasi, bilangnya lupa lagi. Apa tidak ada arsip di desa? Ini demi kondusifitas lingkungan,” tegasnya.
Tanggapan Pemerintah Desa Pasirlawang
Sementara itu, Kepala Desa Pasirlawang, Yanto, mengaku pihaknya belum menerima laporan atau komplain secara resmi dari warga terkait dampak pembangunan tower tersebut.
“Sampai saat ini belum ada warga yang mengadukan masalah ini kepada kami. Karena sebelumnya, warga yang terkena dampak radiasi sudah bermusyawarah dan mufakat memberikan izin, bahkan sudah menerima kompensasi,” kata Yanto saat ditemui HR di kantornya.
Baca juga: Direktur PT ABK Diciduk Unit Tipikor Polres Garut, Diduga Tipu Proyek BumDes dan BTS
Yanto menjelaskan, saat sosialisasi awal dilakukan, tidak ada gejolak atau penolakan dari warga. Hal itulah yang menjadi dasar pihak desa untuk menandatangani izin lingkungan.
“Makanya saya tanda tangani izin lingkungannya karena semua warga sudah sepakat. Kalau dulu tidak setuju, mana mungkin desa memberikan tanda tangan. Terkait kompensasi, setahu kami juga sudah pada diterima,” pungkasnya. (Suherman/R6/HR-Online)

21 hours ago
20

















































