Rupiah Tembus Level Terlemah terhadap Dollar AS, Ini Skenario Purbaya untuk Bantu BI

5 hours ago 10

Nilai tukar rupiah tembus level terlemah mencapai Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut bukan hanya mencerminkan pelemahan mata uang nasional, tetapi juga menjadi level terlemah dalam sejarah rupiah. Menteri Keuangan Purbaya memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam, bersama Bank Indonesia (BI), pihaknya langsung bergerak cepat.

Baca Juga: Langkah BI Perkuat Rupiah Undervalued di Tengah Tekanan Global

Rupiah Tembus Level Terlemah Rp17.500 per Dollar AS Picu Dampak Luar Biasa

Setelah dinilai undervalued sepekan lalu, mata uang RI terus mengalami perlemahan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini kemungkinan besar dipicu oleh kombinasi faktor global maupun domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS terjadi akibat kebijakan suku bunga tinggi yang masih The Fed pertahankan.

Investor global pun cenderung menarik dana dari negara berkembang dan mengalihkannya ke aset berbasis dolar yang lebih aman. Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah juga muncul akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Termasuk tensi geopolitik serta perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang Indonesia.

Akibatnya, aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik semakin besar. Dampak pelemahan rupiah sangat terasa bagi masyarakat dan bisnis. Harga barang impor berpotensi meningkat. Termasuk bahan baku industri, elektronik, hingga pangan tertentu. Jika kondisi berlangsung lama, biaya produksi perusahaan bisa naik dan mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Selain itu, perusahaan yang memiliki utang dalam dolar AS juga akan menghadapi beban pembayaran lebih besar. Situasi tersebut membuat pemerintah dan Bank Indonesia harus bergerak cepat. Tujuannya agar tekanan terhadap rupiah tidak berkembang menjadi krisis keuangan yang semakin serius.

Skenario Bantuan dari Kemenkeu

Merespons hal itu, Menteri Keuangan Purbaya memastikan pemerintah siap membantu langkah stabilisasi yang Bank Indonesia (BI) lakukan. Pemerintah akan ikut menjaga stabilitas pasar keuangan. Sehingga harapannya rupiah tembus level terlemah tidak semakin kacau dan langsung teratasi secara efektif.

Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BI menjadi sangat penting di tengah gejolak pasar global. Menurutnya, stabilitas pasar obligasi memiliki hubungan erat dengan pergerakan nilai tukar rupiah. Jika pasar obligasi terguncang dan investor asing mulai keluar, maka tekanan terhadap rupiah akan semakin berat.

Baca Juga: Menkeu Bongkar Pesan Internal Presiden Prabowo: Kas Negara Sangat Aman!

“Kita akan kendalikan nilai, kita coba membantu nilai tukar. Kita bantu BI sedikit-sedikit, kalau bisa,” jelas Purbaya, Selasa (12/5).

Andalkan Obligasi

Purbaya turut membeberkan bahwa pemerintah masih memiliki dana menganggur. Ini dapat pemerintah manfaatkan untuk mengangkat rupiah yang tembus level terlemah serta melakukan intervensi di pasar obligasi. Strategi tersebut dilakukan agar yield surat utang negara tidak melonjak terlalu tinggi.

Pihaknya menilai, kenaikan yield yang tajam dapat menimbulkan capital loss bagi investor asing yang memegang obligasi Indonesia. Jika yield terus naik, investor asing berpotensi melepas kepemilikan obligasi mereka dan menarik dana keluar dari Indonesia. Hal yang berpotensi memperparah tekanan terhadap rupiah karena permintaan dolar AS meningkat tajam.

“Kita kan masih banyak uang nganggur, kita intervensi bond market biar yield-nya nggak naik terlalu tinggi,” jelasnya.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah RI ingin menciptakan kondisi pasar yang lebih menarik. Hal itu supaya investor asing bukan hanya bertahan, tetapi juga kembali masuk ke pasar obligasi domestik. Langkah intervensi yang ia siapkan bahkan disebut menyerupai aksi buyback surat utang negara. Meski begitu ia belum membeberkan detail teknis pelaksanaannya.

Baca Juga: Pemkot Banjar Raih Pinunjul Award 2025 Non-Indeks Harga Konsumen Tingkat Jawa Barat

Nilai tukar rupiah tembus level terlemah hingga Rp17.500 per dolar AS tentu menjadi peringatan bahwa stabilitas ekonomi sedang diuji. Sehingga membutuhkan koordinasi kuat antara pemerintah dan bank sentral. Dengan semua strategi, pemerintah berharap nilai tukar rupiah tembus level terlemah dapat segera membaik. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |