Siswa SDN 1 Ciherang Banjarsari Ciamis Meninggal Dunia, Benarkah Akibat Perkelahian?

20 hours ago 21

harapanrakyat.com,- Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Rasya Hafis Mulyana, seorang siswa kelas 3 SDN 1 Ciherang meninggal dunia pada Senin (11/5/2026).

Kepergian ananda Rasya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, pihak sekolah, hingga rekan-rekan sepermainannya. Namun di balik rasa duka itu, beredar kabar di masyarakat mengenai penyebab meninggalnya anak tersebut yang diduga akibat kekerasan dalam sebuah perkelahian beberapa pekan lalu.

Baca Juga: Soal Insiden Potong Rambut Siswi di SMKN 2 Garut, DPRD Jawa Barat Minta Pembentukan Tim Khusus

Isu Perkelahian Siswa SDN 1 Ciherang Ciamis Sempat Viral di Medsos

Berdasarkan penelusuran harapanrakyat.com di lapangan, informasi mengenai dugaan perkelahian yang berujung maut ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial, terutama melalui status WhatsApp warga. Beberapa guru di wilayah Kecamatan Banjarsari pun membenarkan adanya isu yang beredar tersebut.

Intan, salah seorang guru di SDN 1 Ciherang, mengungkapkan bahwa sebelum menghembuskan napas terakhir, Rasya memang terlihat sering sakit-sakitan. Ada dugaan kuat terdapat luka bekas perkelahian pada tubuhnya. Namun, setiap kali pihak sekolah mencoba menggali informasi, Rasya cenderung tertutup.

“Ada beberapa hari Rasya terlihat murung dan sakit. Tetapi ketika ditanya, kebetulan saya wali kelasnya, dia hanya menjawab sakit karena bekas terjatuh. Hanya begitu jawabannya,” ungkap Intan kepada harapanrakyat.com, Selasa (12/5/2026).

Klarifikasi Pihak Sekolah

Terkait tudingan anak tersebut menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Intan secara tegas membantahnya. Menurutnya, isu yang berkembang di media sosial perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Baca Juga: Video Viral Duel Siswa SMPN di Tasikmalaya, RDN Soroti Lemahnya Pendidikan Karakter

“Informasi di luar memang kabarnya begitu (akibat perkelahian). Saya juga sempat kaget karena ada yang unggah di medsos, katanya korban pembulian di SDN 1 Ciherang. Padahal jelas itu tidak ada,” tegasnya.

Lebih lanjut Intan menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihak sekolah, dugaan perkelahian tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolahnya.

“Kalau tidak salah informasi, kejadiannya saat sedang di luar sekolah formal. Jadi, perkelahiannya itu di luar jam sekolah formal,” tambahnya.

Keluarga Pasrah dan Ikhlas

Sementara itu, pihak keluarga korban memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini. Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp milik Intan, paman korban, Indra, menyatakan bahwa keluarga telah menerima kejadian ini sebagai suratan takdir.

Baca Juga: Viral Duel Siswa SMP di Tasikmalaya, Dipicu Provokasi Kakak Kelas Usai Main Bola

“Saat ini pihak keluarga sedang berduka. Jadi mohon maaf tidak mau diganggu. Biarkan keluarga tenang. Kami menganggap ini sudah menjadi takdir dari Allah SWT,” jawab Indra singkat.

Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti rumah duka. Pihak keluarga lebih fokus pada proses doa bersama untuk almarhum Rasya. (Suherman/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |