harapanrakyat.com,- Pemprov Jabar menyiapkan langkah penanganan pascapenertiban 160-an Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Puncak Pass, Kabupaten Cianjur pada Sabtu 13 Juni 2026. Salah satunya pemberian kompensasi untuk PKL.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya tidak sekadar melakukan sterilisasi jalur, melainkan tetap memikirkan keberlangsungan dapur masyarakat.
Baca juga: Negara Hadir Lindungi Pekerja Rentan, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp49,3 Miliar
Sebagai stimulus awal, Pemprov Jawa Barat akan memberikan dana kompensasi sebesar Rp 10 juta untuk modal usaha baru dan biaya hidup transisi. “Tahap pertama kami selesaikan dahulu pemberian kompensasi untuk modal usaha baru dan biaya hidup mereka. Dana Rp 10 juta jika dikelola oleh mereka yang jeli melihat peluang usaha, pasti bisa berkembang menjadi besar,” kata Dedi dikutip Sabtu (20/6/2026).
Buka Peluang Alih Profesi dan Pelatihan Kerja
Dedi membeberkan, Pemprov Jawa Barat juga menyediakan solusi jangka panjang berupa penyerapan tenaga kerja untuk memitigasi hilangnya mata pencaharian warga. Bagi eks pedagang yang bersedia, Pemprov Jawa Barat siap menampung mereka sebagai tenaga kebersihan jalan. Hal itu bertujuan merawat estetika dan keasrian di sepanjang ruas jalur Puncak.
“Pasti kami tindak lanjuti, yang jelas kami membutuhkan tenaga kerja kebersihan jalan. Bagi yang bersedia, bisa menjadi tenaga kebersihan di ruas jalan itu,” ujarnya.
Sementara itu, bagi para pekerja atau pelayan toko terdampak yang berusia di bawah 30 tahun, Pemprov Jawa Barat membuka opsi pengalihan profesi ke sektor industri formal.
Baca juga: Dapat Pengakuan Global, Jawa Barat Sabet Penghargaan Destinasi Wisata Ramah Muslim
Pemprov Jawa Barat akan memfasilitasi program pelatihan kerja sebelum para mereka bisa disalurkan ke sektor industri garmen. Saat ini, serapannya masih terbuka lebar di Jawa Barat. “Kan di situ banyak yang berstatus pegawai. Kalau yang di bawah 30 tahun, sektor garmen masuk terbuka. Kami bisa melatih mereka dan mengarahkan ke sana,” tuturnya.
Melalui integrasi bantuan modal dan pelatihan kerja ini, penataan kawasan wisata Puncak diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi warga.
Pemprov Jawa Barat memastikan koordinasi lintas dinas akan terus dikonsolidasikan agar proses transisi profesi dan pencairan dana stimulan di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan. (Reza/R6/HR-Online)

13 hours ago
9
















































