Dedi Mulyadi Optimis Cegah Badai PHK, Investasi Tinggi Dorong Rekrutmen Tenaga Kerja

3 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Pemprov Jawa Barat optimistis mampu menangkal potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal pada 2026, melalui rekrutmen tenaga kerja di berbagai kawasan industri.

Baca Juga: Jamin Pekerja Informal, Pemprov Jawa Barat Bertekad Gandakan Kuota Penerima Asuransi Ketenagakerjaan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, aktivitas pembukaan lapangan kerja baru di sejumlah sektor industri saat ini sudah mulai berjalan secara masif. Bahkan, proses pembangunan sejumlah pabrik yang ada di Jawa Barat saat ini telah rampung, sehingga itu bisa menjadi peluang untuk menyerap tenaga kerja pada 2027.

“Arus investasi ke Jawa Barat saat ini sangat tinggi. Kami melihat angka rekrutmen tenaga kerja baru juga ikut melonjak, karena beberapa industri sudah mulai beroperasi. Tren ini akan jauh lebih besar pada 2027 berdasarkan data pembangunan industri yang rampung,” kata Dedi dikutip Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Jemput Bola, Kemnaker Rangkul Lulusan Difabel dalam Program Magang Nasional

Siapkan Pelatihan Khusus agar Lolos Rekrutmen Tenaga Kerja Industri

Terkait tingkat daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, Dedi menilai tenaga kerja asal Jawa Barat pada dasarnya memiliki kompetensi yang cukup bersaing. Namun, aspek konektivitas dan transparansi sistem rekrutmen tenaga kerja tetap menjadi fokus pembenahan, agar seluruh proses pencarian kerja dapat diakses secara terbuka tanpa adanya praktik penyimpangan.

“Sebenarnya daya saing cukup, tenaga kerja itu juga urusan konektivitas. Yang harus jadi pijakan mau mengikuti sistem yang kami miliki. Dengan sistem Nyari Gawe sekarang terbuka, kan nggak ada masalah sebenarnya,” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap instrumen seleksi masuk kerja yang diterapkan oleh perusahaan. Satu di antaranya, tes matematika dasar yang sering kali menjegal potensi calon pekerja akibat kendala teknis psikotes.

“Misalkan, seleksi tenaga kerja itu kan kadang-kadang ada dalam bentuk matematika dasar. Kadang lupa waktu ngejawab tuh, nggak lulus akhirnya,” ucapnya.

Atas dasar hal itu, Pemprov Jabar berencana mengoptimalkan program pelatihan kerja berkala. Hal itu untuk mematangkan kesiapan mental dan akademis para pencari kerja lokal sebelum memasuki bursa kerja.

Baca Juga: Negara Hadir Lindungi Pekerja Rentan, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp49,3 Miliar

Melalui integrasi keterbukaan sistem rekrutmen tenaga kerja dan standarisasi pelatihan vokasi ini, daya saing buruh di Jawa Barat diharapkan semakin solid. “Nanti secara bertahap akan kami kursuskan untuk meminimalisasi kegagalan seleksi masuk kerja,” tuturnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |