harapanrakyat.com,- Kelompok Pembudidaya Ikan Gemah Ripah di Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, akhirnya berhasil menjinakkan ikan liar khas perairan Sungai Citanduy, Bebeong menjadi ikan budidaya.
Setelah proses masa pembesaran sang pembudidaya ikan Bebeong, Ijan akhirnya berhasil panen perdana 1,38 kuintal ikan khas Sungai Citanduy bebeong.
Ijan mengatakan, pada tahap uji coba pembesaran ikan bebeong ini akhirnya mencapai masa panen dengan hasil panen sebanyak 1 kuintal 38 kilogram dengan berat 1 kilogram isi 8 ekor.
Hasil panen tersebut didapat dari benih ikan sekitar 2000 ekor dengan tingkat kegagalan 20 persen karena saat itu ikan di empang hilang hilang terbawa air akibat banjir.
Menurutnya, proses pembesaran ikan bebeong dari ukuran 7-9 centimeter sampai dengan masa panen membutuhkan waktu cukup lama sekitar 7 bulan.
“Panen sekarang ini 1,38 kuintal dan ini baru tahap uji coba. Secara perhitungan ada kelebihan tapi belum maksimal kalau untuk usaha,” kata Ijan kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Lanjutnya menjelaskan, agar memiliki nilai tambah, pemasaran ikan bebeong tersebut sementara ini akan diolah menjadi makanan siap saji dalam bentuk kemasan packing.
Baca Juga: Pengembangan Budidaya Ikan Bebeong Terkendala Pemasaran Benih dan Mahalnya Pakan
Adapun harga jual untuk ikan Bebeong Rp 60 ribu per kilogram. Sementara harga dalam kemasan yang dikemas dengan proses vakum dan siap goreng, Rp 30 ribu.
“Sementara kita jual sistem vakum biar agak bertahan lama sampai 2 bulan. Rencana ke depannya kita ingin jual melalui rumah makan dan swalayan gitu,” jelasnya.
Pembesaran Ikan Bebeong Khas Sungai Citanduy Lebih Lama
Pembudidaya lainnya, Suyanto menambahkan, pembesaran ikan bebeong membutuhkan waktu 7 bulan. Harga jualnya pun cukup tinggi karena biaya pakan yang dibutuhkan cukup besar.
Menurutnya, dibandingkan dengan ikan bebeong, proses pembesaran ikan lele konsumsi jauh lebih cepat, hanya 3 bulan. Ikan lele secara ekonomi lebih menguntungkan petani ikan.
“Ikan lele itu masa panen bisa 3 bulan sekali. Kalau bebeong kan waktunya lama bisa sampai 7 bulan tapi ini kami untuk membuktikan bahwa kami mampu dan ini semua modal sendiri,” ujarnya.
Lanjutnya menyebut kendala yang dihadapi dalam pembesaran ikan bebeong yakni tingginya harga pakan dan belum terbukanya pangsa pasar.
Sebab itu, pihaknya mendorong kepada pemerintah agar ada bantuan pakan subsidi untuk kelompok pembudidaya ikan, membuka peluang pasar untuk ikan bebeong, dan mencarikan pakan alternatif.
Baca Juga: Warga Berhasil Budidaya Ikan Bebeong, Seperti Apa Kontribusi Pemkot Banjar?
“Harga pakan saat ini yang kami rasakan memang masih terlalu tinggi kendalanya di situ. Nah, ini ke depan kelompok itu ingin menekan harga pakan dengan cara membuat pakan alternatif,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

9 hours ago
7
















































