harapanrakyat.com,- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal positif bagi konsumen bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dengan menyatakan bahwa, peluang harga BBM Pertamax turun terbuka lebar di masa mendatang.
Dalam pernyataannya di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026), Bahlil menyebutkan, penyesuaian harga ke level yang lebih rendah sangat mungkin pemerintah lakukan apabila tensi geopolitik dunia mulai stabil.
Pihaknya berharap langkah ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak fluktuasi harga energi global secara signifikan.
Bahlil menegaskan, pemerintah terus memantau situasi ini secara saksama. Karena stabilitas jalur pasokan internasional sangat menentukan harga jual di tingkat domestik.
Mekanisme Pasar dan Upaya agar Harga BBM Pertamax Turun
Harga Pertamax sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 32,11 persen. Pada awal periode harga dipatok sebesar Rp 12.300 per liter. Angka tersebut kemudian merangkak naik hingga mencapai Rp 16.250 per liter mengikuti dinamika pasar internasional.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat menaruh harapan besar agar harga BBM nonsubsidi tersebut kembali ke angka semula.
Namun, pihak Pertamina Patra Niaga menjelaskan, perusahaan telah berupaya menahan beban kenaikan dengan hanya mengambil sekitar 50 persen dari selisih kenaikan harga pasar yang sebenarnya, demi menjaga daya beli konsumen.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Ajukan Penambahan Kuota BBM Subsidi hingga 19,56 Juta KL untuk 2027
Sementara itu, untuk jenis BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite, pemerintah memberikan jaminan harga yang tetap stabil. Kebijakan ini akan terus dipertahankan selama harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tidak melampaui batas US$ 100 per barel.
Hal ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah agar masyarakat luas tidak terbebani oleh gejolak energi dunia yang tidak menentu.
Evaluasi Berkala
Pertamina berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkala setiap bulan guna memastikan harga BBM di Indonesia tetap kompetitif ketimbang negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Baca Juga: Kenaikan Harga Pertamax Picu ‘Jumpscare’, Warga Kota Bandung Pertimbangan Pakai Pertalite
Dengan mempertimbangkan berbagai parameter ekonomi global, evaluasi rutin ini menjadi kunci bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis ke depan.
Sinergi antara Pertamina dan pemerintah pusat diharapkan mampu menciptakan kondisi pasar yang stabil. Sehingga aspirasi publik yang berharap harga BBM Pertamax turun dapat segera terealisasikan, seiring dengan membaiknya kondisi geopolitik dunia. Hal ini demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

11 hours ago
10
















































