harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, memberikan respons terkait tidak adanya dukungan anggaran untuk atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola, yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat. Wali Kota menyebut, bahwa kondisi ini terjadi lantaran tidak adanya perencanaan resmi dan koordinasi dari dinas terkait sejak awal.
Baca Juga: KONI Sesalkan Tak Ada Anggaran Popwilda untuk Dukung Atlet Kota Banjar
“Mengajukan tidak itu satu, yang kedua koordinasi dengan Koni juga tidak,” kata Sudarsono kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, urusan pembinaan olahraga selama ini sudah memiliki wadah tersendiri yaitu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Termasuk dalam hal ini Popwilda.
Ditanya soal Popwilda bagian leading sektor Dinas Pemuda dan Olahraga, ia menyebut bahwa KONI dan Disporapar bisa saling koordinasi.
“KONI leading sektornya juga kan di Disporapar sampai hari ini tidak terpisah. Jadi kalau kaitan masalah olahraga lembaga yang selama ini ada ya, di Koni Popwilda juga kan ada dari itu dari sana,” ujarnya.
Lanjutnya menambahkan, terkait tidak adanya dana untuk atlet Popwilda, persoalan utama bukan pada ketiadaan anggaran daerah, melainkan tidak masuknya program tersebut dalam perencanaan anggaran.
“Bukan tidak ada, tetapi memang tidak direncanakan. Selain itu juga, tidak ada koordinasi sejak awal perencanaan bahwa kita memberikan anggaran untuk Popwilda itu yang tidak ada,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Ada Dukungan Anggaran Pemkot Banjar, Orang Tua Atlet Diminta Iuran untuk Popwilda Jabar
Kata KONI Soal Tak Ada Dukungan Anggaran Atlet Popwilda
Diketahui, tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah kota untuk ajang tersebut, membuat orang tua siswa harus merogoh kocek sendiri. Orang tua atlet sepak bola misalnya, harus mengeluarkan uang Rp1,5 juta untuk berpartisipasi acara tersebut.
Pihak PSSI pun menegaskan, bahwa iuran tersebut berdasarkan hasil rapat kesepakatan orang tua siswa. Hal itu karena tidak ada dukungan anggaran dari pemerintah kota dan sifatnya tidak memaksa.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Banjar, Soedrajat Argadireja mengatakan, Popwilda bukan ranahnya, karena status atlet masih berstatus tingkat pelajar. Ia pun menyayangkan tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah kota.
Selain itu, ia juga menilai pemerintah kota tidak serius dalam mendukung keberlangsungan dan prestasi atlet. Terlebih, ajang Popwilda merupakan agenda rutin setiap tahun yang selama ini sudah berjalan, sehingga sudah seharusnya anggaran untuk atlet dan lainnya, disiapkan sejak masih dalam proses perencanaan.
Baca Juga: Cabor Unggulan Kota Banjar Jadi Prioritas Dulang Medali Emas Ajang Porprov
“Kegiatan ini kan agenda rutin setiap tahun dan itu selalu menjadi kendala. Kenapa sesuatu yang sudah menyangkut prestasi membawa nama baik daerah tidak dijadikan prioritas,” ujarnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

17 hours ago
13

















































