Gelandang Dewa United, Egy Maulana Vikri, angkat bicara mengenai ketatnya perebutan tempat di skuad Timnas Indonesia era John Herdman. Menurut pemain asal Medan tersebut, kompetisi internal di bawah arahan arsitek asal Inggris itu membawa dampak yang sangat positif.
Rivalitas sehat antar pemain selama pemusatan latihan mampu mendongkrak kualitas permainan skuad Garuda secara signifikan. Situasi ini justru memicu motivasi setiap penggawa untuk menunjukkan performa terbaik mereka di atas lapangan.
Sejak mencatatkan debut internasional pada 2018, mantan pemain Lechia Gdansk ini telah membukukan 29 penampilan. Kontribusinya bagi lini serang Timnas Indonesia juga terbilang apik lewat torehan delapan gol sejauh ini.
Baca Juga: Dapat Garuda Calling, 4 Pemain Persija Jakarta Siap Main di FIFA Matchday Juni 2026
Pasang Surut Karier Egy Maulana Vikri di Skuad Garuda
Perjalanan karier internasional Egy memang sempat mengalami pasang surut, terutama saat terjadi transisi di kursi kepelatihan. Namanya beberapa kali terpinggirkan dari skuad utama akibat perubahan strategi pelatih terdahulu, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Bahkan di bawah komando John Herdman, pemain berkaki kidal ini belum mendapatkan kesempatan tampil pada ajang FIFA Series 2026. Ia juga tidak ikut terlibat saat tim Garuda melakoni laga uji coba kontra Oman dan Mozambik.
Meski demikian, Egy Maulana Vikri tetap merasakan langsung menu latihan dari mantan juru taktik Timnas Kanada itu pada TC Jakarta pekan lalu. Agenda intensif tersebut sengit digelar sebagai persiapan matang menyongsong turnamen bergengsi Piala AFF 2026.
Bentuk Profesionalisme dan Dukungan Penuh untuk John Herdman
Meski belum mendapatkan jaminan posisi utama di barisan starting eleven, Egy tetap menunjukkan sikap profesional. Ia sepenuhnya mendukung keputusan dan kebijakan ketat yang diterapkan oleh tim kepelatihan saat ini.
“Saya setuju. Semakin ketatnya persaingan akan lebih baik. Mau siapapun pemain, saya menghormati keputusan pelatih,” katanya, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: John Herdman Mulai Panas, Kritik Cara Main Timnas Indonesia yang Pasif
Pemain berusia 25 tahun itu mengaku sangat terkesan dengan pendekatan taktis yang dibawa oleh John Herdman. Ia menilainya sebagai sosok juru taktik yang sangat perfeksionis dalam merancang skema permainan tim.
Egy Maulana Vikri juga menyukai karakter kepemimpinan Herdman yang selalu meledak-ledak dan mampu menularkan aura positif ke ruang ganti. “Bagi saya, beliau itu coach yang punya energi kuat dan sangat teliti terhadap detail taktik. Semoga kita (Timnas Indonesia) sukses bersamanya,” harapnya.
Menatap Target Juara di Piala AFF 2026
Sistem seleksi yang sangat ketat ini memaksa seluruh penggawa Timnas Indonesia untuk terus meningkatkan level permainan. Tidak ada tempat bagi pemain yang bersantai jika ingin memikat hati jajaran staf pelatih.
Egy sangat optimistis performa Timnas Indonesia akan semakin solid jika terbiasa menghadapi tekanan tinggi sejak sesi latihan. Kesiapan fisik serta pemahaman taktik otomatis berada di level tertinggi saat kompetisi resmi bergulir.
Baca Juga: Menuju Treble Winner: Sandy Walsh Ukir Rekor Spesial di ASEAN Club Championship
Melalui formula strategi baru ini, kepercayaan diri tinggi kini tengah menyelimuti internal skuad Merah Putih. Target utama yang diusung armada John Herdman sudah sangat tegas, yakni mengamankan gelar juara Piala AFF 2026.
Sebab, trofi tertinggi di kawasan Asia Tenggara tersebut sudah puluhan tahun dinantikan oleh publik sepak bola tanah air. Egy Maulana Vikri memungkasi pernyataan dengan nada optimis, “Harapannya jelas, juara Piala AFF,” tegasnya. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

7 hours ago
12

















































