harapanrakyat.com,- Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Bupati Tasikmalaya pada Kamis (4/6/2026) berlangsung panas. Ketegangan di lapangan memicu aksi saling dorong yang mengakibatkan seorang demonstran mengalami cedera kaki dan harus mendapatkan penanganan medis.
Insiden tumbangnya salah satu massa aksi tersebut dibenarkan oleh tim medis BEM Se-Tasikmalaya dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Respati, Elsa.
Penanganan Korban Aksi Saling Dorong
Ia menyebutkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian. “Memang betul ada salah satu massa aksi yang terjatuh, dan kami dari kampus STIKes Respati langsung melakukan penanganan pertama,” ujar Elsa kepada Harapan Rakyat, Kamis (4/6/2026).
Menurut Elsa, dari hasil pemeriksaan awal, kondisi korban cukup mengkhawatirkan karena menunjukkan gejala cedera serius dan gangguan fisik lainnya.
”Pasien mengalami cedera yang mengarah pada dislokasi di bagian kaki. Tadi juga sempat muncul tanda-tanda gangguan pernapasan berupa sesak napas serta kuku yang membiru,” ungkap Elsa.
Melihat kondisi tersebut, Elsa menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. ”Kondisi ini tidak bisa dianggap ringan. Kami menyayangkan kejadian yang menelan korban ini. Selain itu, semoga ke depan tidak ada lagi insiden serupa dalam unjuk rasa mahasiswa,” tambahnya,
Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh prosedur pengamanan di lapangan sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Pengendali Lapangan Polres Tasikmalaya, AKP Aan Sopyadi, menyatakan bahwa gesekan fisik berupa dorong-dorongan merupakan dinamika lapangan yang sulit dihindari. Namun, menurutnya situasi tetap terkendali.
”Untuk kegiatan hari ini, penyampaian unjuk rasa sudah sesuai SOP pengamanan. Terkait dinamika saling dorong, kami memakai tali dalmas dan itu sangat aman. Massa aksi yang terjatuh pun sudah ditangani oleh Dokkes Polres Tasikmalaya,” jelas Aan.
Aan juga membantah adanya tindakan kekerasan dari aparat terhadap para demonstran dalam mengawal aksi tersebut. ”Setelah kami investigasi, tidak ada luka serius. Saya sendiri selaku pengendali di lapangan memastikan tidak ada tindakan di luar SOP. Apalagi tindakan represif dari pihak kepolisian kepada teman-teman mahasiswa,” pungkasnya. (Rafi/R6/HR-Online)

4 hours ago
7

















































