harapanrakyat.com,- Sejarah turunnya Surat Al Fatihah menyimpan sebuah kisah peradaban Islam yang amat menakjubkan. Peristiwa mulia ini terjadi secara istimewa pada masa awal mula dakwah nabi di kota Makkah. Oleh karena itu, mayoritas ahli tafsir menyepakati bahwa surah Al Quran mulia ini secara resmi tergolong Makkiyah.
Pada masa awal kenabian, utusan Tuhan tersebut sering menyendiri dan mulai mendengar berbagai panggilan gaib. Selanjutnya, beliau menceritakan pengalaman spiritual yang luar biasa tersebut kepada sang istri tercinta yakni Khadijah. Beliau juga membagikan kisah penuh misteri ini kepada seorang pendeta ahli kitab bernama sosok Waraqah.
Baca juga: Surat As Saffat 103, Keteguhan Iman Ibrahim dan Ismail di Balik Perintah Kurban
Waraqah lalu menyarankan agar Rasulullah SAW senantiasa mengamati arah sumber panggilan misterius tersebut secara saksama. Tidak berselang lama, sesosok malaikat utusan Tuhan datang secara langsung untuk menemuinya di alam dunia. Malaikat tersebut secara tegas menyuruh sang nabi pilihan untuk mulai melantunkan bacaan surah pembuka ini.
Makna Peristiwa Sejarah Turunnya Ajaran Surat Al Fatihah
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah pernah membacakan langsung firman suci ini di hadapan kaum Quraisy. Sayangnya, kelompok masyarakat tradisional tersebut justru memberikan respons penolakan kasar yang sungguh amat menyakitkan hati. Walaupun demikian, kejadian penolakan ini justru semakin memperkuat fondasi akidah umat pada masa peradaban tersebut.
Baca juga: Ayat Tentang Ghanimah, Harta Rampasan Saat Perang
Sementara itu, proses pewahyuan kitab agung ini ternyata juga diiringi oleh sebuah fenomena langit menakjubkan. Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdampingan secara tenang bersama dengan sosok luhur Malaikat Jibril. Secara tiba-tiba, mereka berdua mendengar sebuah suara dentuman yang amat sangat keras dari arah atas.
Malaikat Jibril pun segera memandang ke atas dan menjelaskan bahwa suara dentuman itu merupakan pertanda. Ia menegaskan bahwa suara keras tersebut adalah pertanda dari terbukanya sebuah gerbang pintu langit suci. Gerbang gaib tersebut sama sekali belum pernah terbuka pada masa kehidupan para nabi utusan sebelumnya.
Segera setelah kejadian itu, sesosok malaikat suci turun perlahan melalui pintu tersebut untuk menemui nabi. Utusan langit yang baru turun itu pun sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di bumi. Kemudian, ia memberikan salam hormat dan membawa sebuah kabar gembira mengenai kemunculan dua cahaya agung.
Kedua cahaya suci nan istimewa tersebut merupakan karunia mutlak yang belum pernah diberikan pada manusia. Malaikat tersebut menyatakan bahwa cahaya pertama adalah surah pembuka kitab pedoman umat beragama yakni Alquran. Di sisi lain, cahaya kedua yang diturunkan adalah kumpulan dari ayat penutup surah panjang Al-Baqarah.
Baca juga: Ayat Tentang Futur dan Cara Mengatasinya
Rangkaian literatur klasik menegaskan bahwa bacaan suci ini senantiasa memuat berbagai macam fondasi dasar keagamaan. Di dalamnya selalu tercakup berbagai pokok ajaran ketauhidan yang bernilai amat tinggi bagi setiap insan. Bahkan, iblis dikabarkan sempat terbaring lemah saat menyadari bahwa wahyu suci ini turun ke dunia.
Kedua wahyu berupa cahaya ini menjadi pilar peribadatan penting yang senantiasa wajib diamalkan setiap waktu. Rutinitas membaca pedoman mulia ini pasti akan membimbing manusia menuju keselamatan hakiki dalam menjalani hidup. Kita dapat mengambil banyak pelajaran dari sejarah tentang turunnya wahyu Surat Al Fatihah. (Muhafid/R6/HR-Online)

6 hours ago
11

















































