Kunjungan KDM Tengah Malam Berujung Penutupan Kampung Naga Tasikmalaya Selama Tiga Bulan

10 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, gerbang bambu menuju cagar budaya Kampung Naga di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat resmi ditutup rapat bagi wisatawan luar. Langkah radikal penutupan sementara ini diambil oleh lembaga adat demi melakukan penataan ulang tata kelola pariwisata dan mengembalikan kesucian ruang sakral mereka dari distorsi modernisasi.

Baca Juga: Jadi Korban Curanmor, Pemuda Tasikmalaya Ini Malah Senang: Motornya Kembali Full Modifikasi

Hulu dari kebijakan moratorium ini bermula dari dinamika logistik awal Mei lalu. Semula, hajat besar Milangkala Tatar Sunda pada 4 Mei 2026 direncanakan bertempat di dalam wilayah adat. Namun, menyadari potensi dampak masifnya, otoritas adat dan panitia menggeser pusat acara ke Gedung Bupati Tasikmalaya.

“Fasilitas penunjang di kawasan kami sangat terbatas. Lahan parkir tidak memadai untuk ribuan massa. Jika dipaksakan, jalur nadi jalan provinsi Garut-Tasikmalaya terancam lumpuh total karena tidak mungkin ditutup,” ungkap seorang pemuda adat Kampung Naga, Rendi Armadi (28) menjelaskan kronologi penutupan Kampung Naga, Minggu (31/5/2026).

Pasca-agenda Milangkala Tatar Sunda usai, momentum perubahan bergulir cepat. Pada tengah malam sekitar pukul 23.00 hingga 24.00 WIB, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) beserta jajaran melakukan kunjungan langsung ke lembah Kampung Naga. Di bawah temaram pelita, sebuah diskusi mendalam terjalin antara kepala daerah dan Ketua Adat (Kuncen).

Baca Juga: Truk Terguling ke Parit di Cibodas Tasikmalaya, Petugas Damkar Evakuasi Sopir yang Terjepit

Penutupan Kampung Naga Tasikmalaya atas Arahan KDM

Dalam pertemuan sunyi tersebut, KDM memberikan pandangan strategis mengenai masa depan tata kelola pengunjung. Serta penataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar gerbang masuk.

Poin krusial yang disepakati adalah sterilisasi komoditas dagang; ke depan, UMKM dilarang menjual makanan pabrikan modern dan diwajibkan hanya menjual kuliner tradisional khas Kampung Naga. Arahan inilah yang memantapkan Ketua Adat untuk menyetujui penutupan sementara demi memurnikan kembali identitas kampung.

Menyambut wajah baru pariwisata berbasis adat pasca-Agustus nanti, generasi muda Kampung Naga menaruh harapan besar pada kesadaran para pelancong.

Baca Juga: Dapur MBG 505 Bantarkalong Tasikmalaya Bantah Tuduhan Tak Salurkan Makan Gratis ke Siswa PKL

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian khusus ini. Harapan kami, pengunjung ke depan dapat lebih menghormati aturan adat istiadat, salah satunya dengan tidak membawa makanan dari luar. Kampung Naga adalah cagar budaya yang harus kita lestarikan bersama-sama,” tegas pemuda adat tersebut. (Rafi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |