harapanrakyat.com,- Kebijakan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis yang menolak atau tidak lagi melayani kegiatan penyemprotan air dalam acara kelulusan sekolah menuai sorotan tajam. Pasalnya, perubahan sikap ini memicu kebingungan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Tokoh Masyarakat Kecamatan Banjarsari, Dedi Sugiarto, angkat bicara. Ia meminta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Ciamis—yang membawahi instansi Damkar—untuk segera melakukan sosialisasi masif terkait Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) petugas pemadam kebakaran.
Menurut Dedi, sosialisasi ini sangat penting agar tidak terjadi ambiguitas atau kesalahpahaman di masyarakat mengenai apa saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh personel Damkar.
“Kalau seperti ini, kiranya Pak Kasat harus mensosialisasikan tupoksi Damkar kepada masyarakat. Hal ini agar tidak menjadi ambigu terhadap pemahaman fungsi Damkar, dan hal apa saja yang bisa dilakukan oleh personel sebagai bentuk pelayanan, baik secara sosial maupun edukatif,” terang Dedi kepada HR Online, Senin (01/06/2026).
Dedi menilai wajar jika masyarakat saat ini bertanya-tanya dan merasa heran. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, Damkar Ciamis selalu senantiasa memberikan pelayanan serupa untuk memeriahkan momentum kelulusan siswa.
“Kalau kegiatan seperti ini tiba-tiba diberhentikan, kan tentunya wajar ketika menjadi sebuah pertanyaan di masyarakat. Apalagi sebelumnya Damkar Ciamis selalu melayani,” tambahnya.
Singgung Perbedaan Sikap dengan Damkar Kota Banjar
Lebih lanjut, Dedi juga menyoroti adanya ketimpangan respons antara Damkar Ciamis dengan Damkar Kota tetangga. Menurutnya, langkah petugas Damkar Kota Banjar semestinya juga ikut menyelaraskan pemahaman agar tidak terjadi tumpang tindih persepsi di wilayah perbatasan, seperti Banjarsari.
Ia mempertanyakan mengapa Damkar Kota Banjar masih melayani kegiatan kelulusan sekolah yang dinilai bersifat “hura-hura”. Padahal hal tersebut kerap diidentikkan dengan malfungsi atau penyalahgunaan armada pemadam kebakaran.
Baca juga: Unik! Pengantin Pria Asal Garut Ini Minta Diantar Damkar Menuju Resepsi Akad
“Dan mestinya Damkar Banjar juga sama-sama memahamkan dan mengedukasi kepada masyarakat di luar teritorial layanannya berkaitan dengan tugas dan fungsinya. Jangan sampai kesannya Ciamis tidak bisa, tapi Banjar kok bisa,” tegas Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak Satpol PP Ciamis segera memberikan kejelasan resmi terkait batasan pelayanan Damkar. Dengan demikian, momentum edukasi publik ini bisa berjalan dengan baik tanpa memicu polemik berkepanjangan (Suherman/R6/HR-Online)

1 hour ago
4

















































