harapanrakyat.com,- Mempelajari sejarah Al Barzanji memberikan sebuah wawasan yang sangat penting terkait perkembangan sejarah Islam wilayah nusantara kita. Kitab Al Barzanji ini sejatinya memiliki judul asli yakni ‘Iqd Al-Jawahir yang bermakna kalung permata.
Baca juga: Mengungkap Fakta Sejarah Tulisan Arab Pegon yang Masih Lestari di Nusantara
Selanjutnya, penyusunan mahakarya sastra indah ini memiliki tujuan utama untuk senantiasa meningkatkan kecintaan seluruh umat kepada sang rasul.
Sejarah Lahirnya Al Barzanji
Beberapa catatan literatur mencatat bahwa kemunculan karya mengagumkan ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Pada masa era kepemimpinannya, sang sultan sengaja menggelar sebuah sayembara penulisan riwayat nabi demi membangkitkan semangat juang umat.
Kemudian, seorang ulama besar bernama Syaikh Ja’far berhasil memenangkan kompetisi bergengsi tersebut melalui gubahan untaian karyanya yang menakjubkan. Penamaan mahakarya bersejarah ini ternyata merujuk langsung pada nama daerah asal sang penulis yakni wilayah Barzinj di Kurdistan.
Sementara itu, sosok tokoh penulisnya diketahui lahir di wilayah kota Madinah pada sekitar kurun tahun seribu enam ratusan. Beliau dengan sengaja menyusun riwayat mulia kehidupan sang utusan Tuhan dalam bentuk untaian puisi serta prosa yang menawan.
Baca juga: Sejarah Awal Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa dalam Catatan History of Java
Di berbagai wilayah nusantara kita, rutinitas pembacaan karya sastra religi ini telah menjadi sebuah kebiasaan yang mengakar kuat. Masyarakat luas biasanya selalu melantunkan puji-pujian tersebut secara sangat khidmat pada saat acara peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad. Selain itu, lantunan merdu bacaan suci ini juga sering menggema dalam berbagai acara syukuran warga masyarakat desa setempat.
Masyarakat suku Jawa bahkan memiliki penyebutan khusus untuk pelaksanaan kegiatan rohani ini dengan istilah tradisi berjanjen yang rutin. Oleh karena itu, aktivitas mulia berkumpul ini diyakini sangat mampu mempererat tali persaudaraan antar sesama warga di perkampungan. Di samping bernilai kucuran pahala ibadah, masyarakat setempat juga dapat meniru suri teladan akhlak luhur dari sang nabi.
Sampai detik waktu saat ini, literatur sejarah masa lampau tersebut masih rutin dibaca umat secara amat luas. Dengan demikian, warisan nilai budaya masa lampau ini akan tetap lestari menjadi penerang kalbu bagi setiap jiwa muslim. Sejarah panjang terkait penyebaran mahakarya Al Barzanji ini akan terus abadi dalam rangka menjaga keimanan umat. (Muhafid/R6/HR-Online)

1 day ago
15

















































