harapanrakyat.com,- Bank Indonesia (BI) kini resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Destry Damayanti. Dalam Rapat Paripurna DPR RI yang digelar Selasa (1/9/2026), Destry resmi disetujui sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru, menggantikan Perry Warjiyo yang telah mengundurkan diri pada akhir Juli 2026 lalu.
Usai penetapan tersebut, Destry membeberkan komitmennya untuk mengawal perekonomian Indonesia. Mengusung tema kepemimpinan “Sinergi Merah Putih”, ia menekankan bahwa arah kebijakan bank sentral ke depan akan lebih berfokus pada aspek pro-stabilitas (pro-stability).
Ia menilai langkah tersebut krusial guna merespons tantangan serta dinamika ketidakpastian ekonomi global yang masih sangat dinamis.
Baca Juga: Daftar Kandidat dan Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry Warjiyo
“Selama kebijakan tersebut sudah berjalan dengan baik (di era Perry Warjiyo) dan relevan dengan tuntutan perkembangan zaman, tentu akan terus kami lanjutkan,” ujar Destry saat memberikan keterangan kepada media di Kompleks Parlemen DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Pilar Fokus Kebijakan Gubernur BI Baru, Destry Damayanti
Guna memastikan fondasi ekonomi nasional tetap kokoh di tengah gejolak global, Destry telah menyiapkan beberapa prioritas strategis, antara lain;
Menjaga Stabilitas Pasar Keuangan dan Nilai Tukar
Ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global yang masih tinggi membuat aspek stabilitas menjadi prioritas utama bagi BI. Destry meyakini stabilitas makroekonomi merupakan kunci utama untuk menarik investasi. Serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Diantaranya mengawal pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap stabil di tengah fluktuasi pasar global. Memastikan laju inflasi domestik tetap terkendali guna menjaga daya beli masyarakat. Serta menyediakan lingkungan ekonomi yang stabil agar dunia usaha dapat terus bertumbuh.
“Stabilitas tetap menjadi kunci bagi kami dalam situasi ketidakpastian global yang masih tinggi seperti saat ini,” tegas Destry Damayanti.
Mempererat Sinergi Fiskal dan Moneter
Destry juga menegaskan, guna menyelaraskan gerak roda perekonomian, koordinasi yang solid antara Bank Indonesia selaku otoritas moneter dengan pemerintah selaku otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) akan semakin diperkuat.
Kerja sama konkret ini diwujudkan melalui kebijakan penyediaan likuiditas yang seirama. Ketika pemerintah menjalankan ekspansi fiskal melalui anggarannya, BI siap memberikan dukungan kebijakan moneter yang selaras, agar stabilitas makro tetap terjaga tanpa menghambat stimulus pertumbuhan.
Baca Juga: KKI Segmen Retail Resmi Meluncur, BI Jamin Transaksi Aman Lewat QRIS
Mengatasi Inflasi Pangan (Volatile Food) di Sektor Riil
Salah satu sorotan utama Destry Damayanti adalah penanganan inflasi barang bergejolak. Khususnya sektor bahan pangan (volatile food). Mengingat akar masalah inflasi pangan kerap kali berasal dari sisi pasokan (supply side). BI menyadari pentingnya kolaborasi lintas lembaga.
Dalam kolaborasi lintas sektor, BI bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda). Serta instansi terkait untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan di pasar.
Menggerakkan secara aktif 46 kantor perwakilan Bank Indonesia yang tersebar di berbagai daerah untuk memitigasi risiko kelangkaan pangan langsung di lapangan.
Mendorong Transaksi Mata Uang Lokal (LCT) untuk UMKM
Selain kebijakan makro, Destry juga berkomitmen memperluas adopsi Local Currency Transaction (LCT). Program ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam transaksi perdagangan bilateral. Sekaligus memberikan perlindungan bagi para pelaku usaha di tanah air.
Destry Damayanti menekankan bahwa implementasi LCT ini akan difokuskan secara masif untuk membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat bersaing di kancah internasional secara lebih efisien. Langkah taktis ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Termasuk jajaran DPR RI.
Sinergi Tanpa Mengorbankan Independensi Lembaga
Melalui visi “Sinergi Merah Putih”, Destry optimis dapat memaksimalkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun, ia memastikan bahwa kolaborasi ini tidak akan menabrak batasan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Langkah BI Perkuat Rupiah Undervalued di Tengah Tekanan Global
“Kami akan mengoptimalkan ruang sinergi yang ada. Namun, dengan tetap menghormati mandat, wewenang. Serta independensi konstitusional dari masing-masing instansi yang bekerja sama,” pungkasnya.
Sebagai langkah akhir dari rangkaian suksesi kepemimpinan ini, Destry Damayanti dijadwalkan akan melaksanakan pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan di hadapan Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (2/9/2026) sore. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

8 hours ago
11

















































