harapanrakyat.com,- Pemprov Jawa Barat menyetop secara penuh seluruh aktivitas pendakian gunung maupun hutan di seluruh wilayah Jawa Barat selama musim kemarau berlangsung.
Kebijakan ini sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat cuaca ekstrem.
Instruksi tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 116/KH.02.04.03/ASDA EKBANG tentang Larangan Pendakian Gunung/Hutan di Wilayah Jawa Barat Selama Musim Kemarau.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai kombinasi antara kekeringan alam dan aktivitas outdoor menjadi salah satu pemicu munculnya titik api di kawasan konservasi maupun pegunungan.
Baca Juga: Duka Musibah Kebakaran di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Janji Bantu Rekonstruksi Rumah dan Pesantren
Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi harus diterapkan. Hal itu mengingat vegetasi di kawasan pegunungan sangat rentan terbakar saat diterpa gesekan atau kelalaian manusia.
“Salah satu yang memantik terjadinya kebakaran gunung atau hutan di wilayah Jawa Barat adalah aktivitas pendakian. Serta kerentanan alam di musim kemarau,” kata Dedi dalam SE tersebut, Selasa (1/9/2026).
Mitigasi Bencana dan Penutupan Jalur Pendakian Gunung di Seluruh Jawa Barat
Dedi pun meminta seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota, pengelola taman nasional, hingga instansi terkait untuk segera memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk jalur pendakian.
Petugas di lapangan diminta memastikan tidak ada wisatawan atau masyarakat lokal yang menerobos kawasan gunung maupun hutan selama masa penutupan berlaku.
“Melarang semua aktivitas pendakian gunung maupun hutan dan lainnya yang berisiko memantik terjadinya bencana kebakaran, selama musim kemarau di Jawa Barat,” ujarnya.
Selain penutupan akses fisik, langkah edukasi kepada masyarakat pemukim di sekitar lereng gunung juga menjadi prioritas utama.
Dedi mengimbau masyarakat sekitar gunung maupun hutan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Menyosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung maupun hutan agar berhati-hati. Serta tidak melakukan tindakan yang berisiko memantik terjadinya kebakaran,” ucapnya.
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan juga diminta membangun jalur koordinasi yang cepat dan tanggap.
Ia berharap langkah mitigasi dini mampu mencegah meluasnya potensi kebakaran lahan. Sehingga kekayaan hayati serta ekosistem pegunungan di Jawa Barat tetap terjaga dari kerusakan masif.
“Melaksanakan koordinasi yang baik dan cepat dengan jajaran Pemerintah Daerah setempat. Dalam rangka langkah mitigatif agar tidak terjadi kebakaran gunung maupun hutan di Jawa Barat,” tuturnya. (Reza/HR-Online/Editor-Ndu)

10 hours ago
11

















































