Terkadang, beda nyeri dada GERD dan jantung sering kali sulit penderitanya bedakan. Kedua kondisi ini sama-sama menimbulkan rasa tidak nyaman di area dada. Pada GERD biasanya memicu sensasi terbakar akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Sementara itu, gangguan jantung bisa menyebabkan nyeri dada karena aliran darah menuju otot jantung terganggu. Dalam hal ini, memahami pola nyeri, lokasi, durasi, dan gejalanya dapat membantu mengenali perbedaannya.
Baca Juga: Manfaat Akar Manis untuk Asam Lambung dan Cara Mengonsumsinya
Beda Nyeri Dada GERD dan Jantung dari Sensasinya
Nyeri dada GERD dan jantung bisa terlihat dari sensasi yang muncul. GERD sering kali menimbulkan rasa panas seperti terbakar di belakang tulang dada. Keluhan ini biasanya terasa setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau dalam porsi besar.
Sementara itu, nyeri akibat gangguan jantung cenderung terasa seperti tekanan, tertindih, diremas, atau berat pada bagian dada. Keluhannya pun bisa muncul saat beraktivitas maupun mereda setelah beristirahat. Hanya saja, pola ini tidak selalu sama pada setiap orang.
GERD juga dapat menyebabkan rasa asam atau pahit di mulut. Tenggorokan akan terasa mengganjal, kemudian ketika berbaring bisa semakin memburuk. Di sisi lain, gangguan jantung bisa memunculkan gejala seperti sesak napas, keringat dingin, mual, dan lemas dapat ikut muncul.
Titik Sakit dan Penyebaran Nyeri Dada
Beda nyeri dada GERD dan jantung berikutnya, pada GERD biasanya rasa nyeri berpusat di belakang tulang dada. Sensasi terbakar ini bisa bergerak dari ulu hati menuju dada hingga tenggorokan. Keluhannya pun sering muncul setelah makan, lalu membaik setelah tubuh berada dalam posisi tegak.
Baca Juga: Benarkah Air Kelapa Bisa Sembuhkan Asam Lambung, Begini Penjelasannya
Berbeda dengan gangguan jantung, di mana dapat menimbulkan nyeri di bagian tengah atau kiri dada. Rasa tidak nyaman terkadang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas.
Meski begitu, perbedaan keduanya ini tidak selalu terlihat jelas hanya dari titik sakit atau lokalisasinya. Beberapa orang dengan masalah jantung bisa mengalami keluhan ringan. Oleh sebab itu, letak nyeri saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.
Waktu yang Tepat untuk Mendapat Pertolongan
Sebagai informasi, jika nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba, terasa berat, berlangsung beberapa menit, atau terus memburuk maka harus mendapat pemeriksaan. Terlebih kalau nyeri disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, atau rasa lemas yang kuat.
Selain itu, nyeri yang muncul saat aktivitas fisik juga perlu mendapat perhatian. Mengingat kalau gangguan jantung bisa terjadi tanpa gejala yang khas. Jika menunda pemeriksaan, maka akan meningkatkan risiko komplikasi serius.
Sebaliknya, keluhan yang sering muncul setelah makan dan disertai rasa asam di mulut lebih mengarah pada GERD. Meski begitu, beda nyeri dada gerd dan jantung tetap membutuhkan penilaian tenaga medis jika gejalanya sulit penderitanya bedakan.
Baca Juga: Asam Lambung Tinggi Bisa Sembuh Melalui Penanganan yang Tepat
Beda nyeri dada gerd dan jantung kini bisa dilihat dari sensasi, waktu muncul, titik sakit, penjalaran, serta gejala penyertanya. Akan tetapi, perlu diingat kalau gejala bisa berbeda pada setiap orang. Meski beda nyeri dada GERD dan jantung, jika terasa berat atau muncul bersama sesak maupun keringat dingin harus segera cari pertolongan medis. (R10/HR-Online)

10 hours ago
9

















































