harapanrakyat.com,- Menanamkan kesadaran gizi pada anak-anak tidak cukup hanya dengan memilah makanan sehat di atas piring. Lebih dari itu, generasi muda perlu diajak menyelami perjalanan panjang di balik sebutir nasi, sekaligus mengenali sosok tangguh yang mendedikasikan hidupnya demi ketersediaan pangan di meja makan. Filosofi inilah yang mendasari pelaksanaan program Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mengajar di SDN 2 Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, belum lama ini.
Baca Juga: Soliditas DPKP Ciamis Bersama Mitra Lintas Sektor Menguat di Momentum HUT ke-81 RI
Kegiatan edukatif yang digelar oleh DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis ini, menyasar 39 peserta didik. Para peserta terdiri atas 18 siswa kelas 1 dan 21 siswa kelas 2.
Mengusung tema “Dari Sawah ke Meja Makan: Mengenal Makanan, Mengenal Petani, Menghargai Keduanya,” acara dirancang dengan pendekatan interaktif. Selain itu juga, dikemas dengan menyenangkan, agar esensi materi mudah diserap oleh anak-anak usia dini.
Perjalanan Panjang Sepiring Nasi dalam Program DWP Mengajar
Ketua DWP DPKP Ciamis, Ratnasari Ape, menjelaskan bahwa pengenalan rantai pangan sejak usia dini sangat esensial untuk membentuk karakter anak yang menghargai proses.
“Melalui program DWP Mengajar ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu cara makan yang sehat. Tetapi juga memahami perjuangan di balik tersajinya makanan tersebut di meja makan,” ujar Ratnasari Ape, Selasa (1/9/2026).
Dalam sesi edukasi tersebut, sambungnya, para siswa diajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri melalui kebiasaan mencuci tangan serta memilih jajanan sekolah yang sehat. Lebih jauh, mereka diajak menyusuri siklus hidup tanaman padi di sawah hingga menjadi nasi siap santap.
Baca Juga: Ikut Panen Perdana Padi Organik di Cigembor, Sekda Ciamis: Hasil Bagus, Biaya Produksi Lebih Murah
Melalui penjelasan yang renyah, anak-anak memahami bahwa sepiring nasi yang mereka nikmati setiap hari bukanlah sesuatu yang instan. Ada cucuran keringat para petani yang melalui tahapan panjang. Mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, pemeliharaan tanaman, proses panen, hingga tahap pengolahan di dapur.
“Pengenalan langsung terhadap peran petani ini bertujuan menumbuhkan empati dan rasa hormat yang mendalam. Para siswa diharapkan mampu menghargai kerja keras, serta ketekunan petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan masyarakat,” harapnya.
Pembiasaan Positif dan Keberlanjutan Edukasi
Selain aspek pengetahuan agraris, kegiatan program DWP Mengajar ini juga berfokus pada pembentukan karakter dan pembiasaan positif sehari-hari. Para peserta didik dibimbing untuk senantiasa membiasakan diri membaca doa sebelum dan sesudah menyantap makanan.
“Poin penting lainnya, adalah penanaman kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Anak-anak ditanamkan pemahaman, bahwa setiap sisa makanan merepresentasikan kerja keras banyak pihak yang terlibat dalam rantai produksi,” jelasnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program DWP Mengajar, pihaknya berencana menghadirkan pengalaman praktik langsung bagi para siswa melalui kegiatan menanam dan merawat tanaman. “Langkah ini agar teori di dalam kelas dapat terinternalisasi secara nyata, melalui pengalaman langsung yang menyenangkan di alam terbuka,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

11 hours ago
14

















































