Jepang tengah menyiapkan wahana MMX ke bulan Mars. Misi ini adalah inovasi dari JAXA. Untuk misinya sendiri akan terselenggara mulai 20 Oktober 2026 pada pukul 04.41 waktu Jepang.
Baca Juga: Penemuan Kristal Garnet di Meteorit NWA 8171, Petunjuk Baru Evolusi Mars
Misi tersebut mengandalkan roket H3 di Tanegashima Space Center. Dalam misi ambisius ini, ilmuwan Jepang memang ingin menjelajahi bulan-bulan di Planet Mars. Kemudian membawa pulang sampel materialnya.
Jepang Siapkan MMX ke Bulan Mars
Bukan tanpa alasan kenapa Jepang sangat ingin menjelajahi bulan-bulan di Planet Mars. Ternyata misi tersebut bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses terbentuknya Tata Surya. Bukan hanya itu, kalangan ilmuwan Jepang juga ingin memberi petunjuk tentang bagaimana kehidupan bisa ada di planet Bumi.
Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja, misi tanpa awak yang tak lain MMX (Martian Moons eXploration) akan meluncur ke Mars. Peluncurannya dijadwalkan dari Pusat Antariksa Tanegashima. Peluncuran misi ini tentu saja untuk menunjang kepentingan penelitian.
Selain itu, misi MMX ke bulan Mars tersebut juga jadi langkah penting untuk mengembangkan teknologi. Teknologi tersebut bisa mendukung misi dengan awak ke bulan Mars di masa depan. Apabila nantinya terdapat kendala pun, ada masa cadangan sampai 7 November 2026.
Tugas Wahana MMX
Peluncuran misi MMX ke bulan Mars membawa tugas penting tersendiri. Adapun misi utamanya ialah mendarat di Phobos. Phobos ialah salah satu bulan di Planet Mars.
Ketika sampai di Phobos, wahana MMX akan mengumpulkan setidaknya 10 gram material langsung dari permukaannya. Eksplorasinya didukung oleh rover yang namanya IDEFIX. Rover ini akan mengamati kondisi permukaan bulan Phobos secara langsung.
Dalam misi MMX ke antariksa ini sendiri ternyata tidak hanya fokus pada Phobos saja, melainkan juga bulan Mars lainnya. Tak lain adalah Deimos. Akan tetapi, wahana MMX tidak mendarat di Deimos, melainkan hanya mengamatinya dari jarak tertentu saja.
Baca Juga: Fakta Menakjubkan Fenomena Gelombang Metalik Mars di Kawah Kaiser
Ketika mendarat di Phobos dengan karakteristik bentuk bulan tak beraturan serta ukurannya kecil, wahana MMX menghabiskan waktu setidaknya satu tahun di dalam sistem Mars. Dalam kurun waktu tersebut, MMX akan melakukan pengamatan terhadap orbit sebelum akhirnya coba mendarat.
Sampelnya lantas disegel dalam bentuk kapsul khusus. Sesuai perkiraan ilmuwan, MMX bisa kembali pulang ke Bumi tahun 2031 mendatang di kawasan gurun Australia. Kapsul yang di dalamnya terdapat sampel material dari bulan Phobos ini nantinya memisahkan diri dari MMX saat kembali ke Bumi.
Alasan Phobos Jadi Fokus Utama
Tak sedikit pencinta astronomi yang penasaran kenapa bulan Phobos jadi fokus utama misi MMX ini. Ternyata alasannya dilandasi dengan beragam pendapat seputar asal-usulnya. Adapun salah satu pendapatnya ialah lantaran Phobos termasuk sisa material yang berasal dari tumbukan besar dan sempat menghantam Mars.
Lalu untuk pendapat kedua ialah asteroid yang berhasil tertangkap gravitasi planet Mars. Untuk mengungkap asal-usul Phobos tersebut, tercetuslah misi MMX ke bulan Mars ini. Bahkan NASA turut berkontribusi dengan menanamkan instrumen MEGANE di MMX.
Instrumen yang satu ini berperan penting dalam mengukur neutron maupun sinar gamma di permukaan Phobos. Pada akhirnya, hal tersebut efektif untuk identifikasi unsur penyusunnya. Setelah itu, data yang didapat akan dibandingkan dengan susunan atau komposisi Mars maupun asteroid lainnya.
Pentingnya Sampel Bulan Mars
Sampel dari Phobos sangat penting bagi kalangan ilmuwan. Hal ini karena sampel material tersebut jadi data penelitian tersendiri. Sampel ini berguna untuk membantu ilmuwan dalam menentukan teori atau pendapat soal asal-muasal Phobos tadi.
Pada akhirnya, data tersebut juga membantu ilmuwan untuk memahami bagaimana proses terbentuknya planet berbatu yang ada di Tata Surya. Hal ini tak terkecuali Venus, Merkurius, Mars dan Bumi. Melalui penelitian ini, ilmuwan juga bisa tahu bagaimana gambaran kondisi awal lingkungan sejumlah planet tadi. Bahkan juga tahu proses geologis yang sudah berlangsung sejak miliaran tahun lalu.
Baca Juga: Misi Skyfall ke Mars, NASA Siapkan 3 Helikopter Generasi Baru
Wahana MMX ke bulan Mars memang curi perhatian kalangan ilmuwan. Fokus penelitian wahana MMX ke Phobos maupun bulan Mars lainnya ini berkaitan erat dengan upaya mengungkap asal-usul Tata Surya. Maka dari itu, inovasi dari Jepang ini berhasil menyedot atensi pencinta astronomi. Bahkan juga mengundang perhatian lembaga NASA. (R10/HR-Online)

10 hours ago
11

















































