Petani Timun Suri di Ujungjaya Sumedang Tetap Bersyukur Meski Panen Menurun Jelang Ramadan

10 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, para petani timun suri di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai memanen hasil tanamannya, Rabu (18/2/2026).

Meski produksi tahun ini mengalami penurunan akibat curah hujan tinggi dan serangan hama, para petani tetap bersyukur karena harga jual di tingkat petani cukup stabil.

Selama hampir tiga bulan terakhir, mayoritas petani palawija di wilayah tersebut berfokus menanam timun suri. Komoditas ini memang menjadi tanaman musiman yang banyak diburu masyarakat saat Ramadan, terutama untuk bahan minuman berbuka puasa.

Baca Juga: Bupati Sumedang Larang Sahur On The Road hingga Perang Sarung Selama Ramadhan

Salah seorang petani, Oleh mengungkapkan, hasil panen kali ini tidak sebaik musim sebelumnya. Curah hujan yang tinggi membuat pertumbuhan buah kurang optimal.

“Biasanya kalau cuaca bagus bisa dapat 2 sampai 2,5 ton. Sekarang paling sekitar 1 ton saja,” kata Oleh.

Selain faktor cuaca, serangan hama kutu juga turut memengaruhi hasil produksi. Namun, sebagian petani memilih tidak melakukan penanganan khusus dan membiarkan hama hilang dengan sendirinya.

“Selain faktor cuaca, kendalanya juga itu hama, kutu. Penanganannya ya engga diapa-apain dibiarin ajalah entar juga itu gada sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: HPDKI Sumedang Dorong Arena Ketangkasan Domba Skala Kabupaten untuk Perkuat Wisata Daerah

Harga Tiket Timun Suri di Tingkat Petani di Ujungjaya Sumedang

Untuk harga, timun suri di tingkat petani saat ini berkisar Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup baik dibandingkan saat panen melimpah, yang biasanya justru menyebabkan harga anjlok. Bahkan di tingkat pengecer, harga bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

“Biasanya anjlok-anjloknya harga, entar kalau sudah pertengahan puasa agak mulai menurun. Panen saat ini dihasilkan di lahan seluas kurang lebih 250 bata. Hasilnya sebagian besar dijual kepada bandar yang datang langsung ke sini (lokasi kebun) untuk mengambil barang,” ucapnya.

Sementara itu, pengepul timun suri, Uun menyebut harga beli dari petani bervariasi antara Rp4.500 hingga Rp5.000 per kilogram, tergantung kualitas buah. Menurutnya, pasokan harian saat ini masih terbatas karena belum semua petani memasuki masa panen.

“Sekarang baru panen pertama, jadi paling 1 sampai 2 ton per hari. Kalau sudah panen raya bisa sampai 8 ton,” jelasnya.

Timun suri yang dibelinya dari para petani ini, nantinya akan dijual ke berbagai daerah seperti Garut, Bandung, Jakarta, hingga Bekasi. Kendala yang kerap dihadapi pengepul adalah biaya angkut dari kebun ke jalan utama, mengingat banyak lahan berada di area yang cukup jauh ke pinggir jalan utama.

Menanam timun suri menjelang Ramadan telah menjadi tradisi tahunan di Ujungjaya. Hampir seluruh petani beralih menanam komoditas ini karena tingginya permintaan pasar. 

Baca Juga: Wabup Sumedang Tinjau TPT SDN Bunter yang Bergeser, Pemkab Siapkan Langkah Mitigasi

“Sekarang tuh puncak harga sebenarnya karena pasokan yang masih terbatas. Kalau sudah masuk bulan puasa, kalau sudah banyak yang panen, harga biasanya lebih murah,” pungkasnya. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |