Misi Mustahil di GBLA, Bobotoh Kuningan Sarankan Bojan Hodak Adopsi Taktik Diamond SAF demi Comeback Persib di ACL 2

11 hours ago 11

Denyut nadi Jawa Barat berdegup lebih kencang hari ini, Rabu (18/2/2026). Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bersiap menjadi saksi perjuangan “hidup-mati” Persib Bandung dalam babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2). Sebab, Maung Bandung mengemban misi mustahil di GBLA, untuk mengejar defisit 3 gol dari wakil Thailand, Ratchaburi FC.

Baca Juga: Demi Kejar Defisit Gol, Pelatih Persib Tolak Kibarkan Bendera Putih Lawan Ratchaburi

Beban defisit tiga gol bukanlah perkara remeh, sekalipun tampil di hadapan publik sendiri. Di tengah awan pesimisme yang menyelimuti, sebuah gagasan revolusioner muncul dari suporter setia Persib. Erix Exvrayanto, salah satu tokoh Bobotoh Kuningan, melontarkan ide berani, Persib harus berani “berjudi” dengan taktik legendaris ala Sir Alex Ferguson (SAF).

Erix menilai, untuk meruntuhkan tembok pertahanan Ratchaburi FC yang diprediksi akan bermain defensif, pelatih Bojan Hodak membutuhkan elemen kejutan. Salah satu opsinya untuk menyelesaikan misi mustahil di GBLA, adalah menyerap formasi Diamond (berlian) atau 4-3-1-2. Skema yang sempat membawa Manchester United menuju era keemasan di tangan SAF.

“Komposisi skuad Persib saat ini, terutama dengan hadirnya Sergio Castel, sangat mumpuni untuk menjalankan skema ini. Formasi berlian bisa menjadi senjata rahasia untuk merobohkan pertahanan lawan yang disiplin. Ketergantungan pada lebar lapangan terkadang membuat serangan kita mudah diprediksi,” ungkap Erix, Rabu (18/2/2026).

Eksperimen ini dianggap sebagai solusi logis mengingat melimpahnya stok penyerang berkualitas di kubu Pangeran Biru. Kehadiran Ulliam Barros, Sergio Castel, hingga pemain dengan dimensi fisik kuat seperti Ramon Tanque dan Andrew Jung, memberikan kemewahan bagi Hodak untuk memasang dua hingga tiga penyerang sekaligus dalam sistem yang cair.

Baca Juga: Misi Balas Dendam di GBLA, Kembalinya Beckham Putra dan Teka-teki Lini Belakang Persib untuk Hadapi Ratchaburi

Entaskan Misi Mustahil di GBLA dengan Fleksibilitas Modern yang Melampaui “Mapay Gawir”

Menurutnya, secara historis, Persib identik dengan filosofi “Mapay Gawir” atau menyisir pinggir lapangan. Namun, sepak bola Asia modern menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi. Formasi Diamond sering dijuluki sebagai “keajaiban tanpa sayap” karena memusatkan kekuatan di jantung permainan, namun tetap dinamis secara vertikal.

Dalam skema ini, peran bek sayap menjadi krusial. Persib kini memiliki bek kelas dunia selevel Layvin Kurzawa yang dibekali insting menyerang tajam. Kehadiran gelandang visioner seperti Thom Haye juga menjadi kunci untuk melakukan tusukan linier. Sementara Beckham Putra bisa bergerak bebas (versatile) dari tengah ke sayap untuk mengirim umpan kunci.

“Kita mungkin akan melihat pemandangan unik di mana Sergio Castel, Andrew Jung, dan Ulliam Barros bertukar posisi secara cair. Fluiditas ini akan membuat formasi 4-3-1-2 bertransformasi menjadi 4-4-1-1 saat dalam tekanan,” tambah Erix.

Pragmatisme Bojan Hodak dan Warisan SAF

Menariknya, Bojan Hodak memiliki kemiripan karakter dengan Sir Alex Ferguson dalam hal pragmatisme. Hodak bukanlah tipikal pelatih yang fanatik pada satu sistem kaku. Ia lebih menghargai harmoni tim dan hasil akhir.

“Kunci kesuksesan jangka panjang Ferguson adalah adaptasi. Dari 4-4-2 klasik hingga eksperimen false nine sebelum era Barcelona populer. Semangat inovasi inilah yang kita harapkan tertular kepada Bojan untuk mengejar defisit gol malam nanti,” tegas Erix.

Meski menyerang habis-habisan, prinsip pertahanan SAF tetap menjadi hukum wajib, lini belakang harus tetap kompak. Kuartet bek yang kemungkinan diisi Layvin Kurzawa, Federico Barba, Patricio Matricardi, dan Frans Putros memikul tanggung jawab berat menjaga kesucian gawang yang dikawal Teja Paku Alam, atau Adam Przybek dari serangan balik kilat.

Baca Juga: Laga Hidup Mati Persib Bandung, Membakar Semangat di GBLA demi Tiket Perempat Final ACL 2

Kini, seluruh mata tertuju pada papan strategi Bojan Hodak dalam mengemban misi mustahil di GBLA. Apakah sang pelatih akan memilih jalan aman, atau berani mengambil risiko dengan taktik “jari-gerokrasi” yang tidak terduga? Bagi Bobotoh, selama peluit panjang belum berbunyi, harapan untuk membalikkan keadaan di kancah Asia tidak akan pernah padam. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |