Dinosaurus Foskeia pelendonum berhasil diidentifikasi oleh tim peneliti internasional. Spesies baru tersebut termasuk herbivora kecil yang hidupnya pada zaman Kapur Awal. Kini wilayah tersebut terkenal sebagai kawasan Vegagete yang ada di Burgos, Spanyol.
Baca Juga: Dinosaurus Chilesaurus Diegosuarezi, Spesies Herbivora Berpenampilan Predator
Penemuan spesies ini tentu mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali kalangan ilmuwan sekalipun. Hal ini karena hewan purba pada umumnya terkenal memiliki ukuran raksasa. Namun berbeda dengan temuan kali ini sebab memperlihatkan tulang-tulang kecil.
Dinosaurus Foskeia Pelendonum Diidentifikasi Peneliti
Penemuan spesies yang satu ini membuat ilmuwan kembali menyusun ulang pemahaman mengenai hewan purba. Ternyata tulang-tulang kecil ini tak sesuai dengan garis keturunan Ornithopoda. Hal ini tentu membuat ilmuwan semakin penasaran tentang hewan purba tersebut kenapa ukurannya tak sama dengan dinosaurus pada umumnya.
Tak sedikit pula yang beranggapan bahwa ukuran tulangnya yang kecil lantaran usianya masih belia. Alih-alih demikian, rupanya struktur anatominya menunjukkan hewan purba tersebut termasuk spesies lebih besar. Temuan ini sendiri sudah terpublikasi dalam studi yang terbit di Papers in Palaeontology.
Karakteristik Foskeia Pelendonum
Dalam temuan hewan purba tersebut, tim peneliti berupaya untuk mengungkap karakteristiknya. Hewan purba ini memiliki panjang tubuh hanya setengah meter. Oleh karena itu, panjang tubuhnya hanya seukuran ayam. Hal inilah yang membuat ilmuwan menyebut Foskeia pelendonum sebagai dinosaurus Ornithopoda terkecil.
Selain karakteristik seputar panjang tubuhnya, ilmuwan juga terkejut dengan tengkoraknya. Ternyata struktur tengkorak hewan ini sangat berkembang dan kompleks. Karena hal itu, hewan purba ini bukanlah sekedar dinosaurus mini saja.
Baca Juga: Bayi Sauropoda Jadi Mangsa Predator dalam Rantai Makanan Dinosaurus Jura
Tulang-tulang yang ada di bagian depan tengkorak tampak menyatu. Sedangkan gigi depannya condong ke depan, bukanlah tegak lurus. Kemudian salah satu gigi rahang bawahnya terlihat sangat ramping.
Lanjut untuk sendi rahang, berada lebih tinggi dari dugaan. Tim peneliti juga menemukan bahwa titik perlekatan otot rahangnya memanjang. Hal ini menunjukkan bahwa pola mengunyahnya beda daripada kerabatnya. Dinosaurus Foskeia pelendonum ini memang unik.
Sebagaimana penelitian tim Paul-Emile Dieudonne yang berasal dari Universidad Nacional de Rio Negro di Argentina menyebut tengkoraknya memiliki inovasi anatomi di luar dugaan. Menurut para peneliti tersebut, anatominya khas dan berbeda. Bahkan bisa berpotensi untuk ubah peta hubungan kekerabatan hewan purba herbivora.
Lebih lanjut, binatang ini juga memiliki gigi khusus yang memungkinkannya untuk memakan tumbuhan. Kemudian juga ada kemungkinan hewan ini memiliki kecepatan tinggi untuk bergerak di hutan lebat. Hal inilah yang membuat kalangan ilmuwan semakin tertarik untuk mempelajari anatominya.
Dari karakteristik ini, bisa kita ketahui bahwa sendi rahangnya termodifikasi dan giginya terspesialisasi. Ada kemungkinan postur tubuhnya berubah selama pertumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa dinosaurus Foskeia pelendonum tersebut memiliki relung ekologi tersendiri.
Kemampuan Adaptasi Foskeia Pelendonum
Saat membicarakan mengenai temuan hewan purba yang satu ini, pastikan juga perlu mengetahui bagaimana kemampuan adaptasinya. Meskipun ukuran tubuhnya kecil, namun hewan purba ini memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungannya. Bukan hanya itu saja, ternyata tim juga mengungkap informasi mengenai hewan purba ini yang memiliki hubungan terdekat dengan Muttaburrasaurus.
Muttaburrasaurus ialah hewan purba Australia. Hubungan kekerabatan keduanya terungkap lewat pemodelan evolusi terbaru. Karena hubungan kekerabatan tersebut, lantas menempatkannya ke kelompok Rhabdodontomorpha.
Revisi Kerangka Evolusi
Saat hewan purba ini masuk ke kumpulan data evolusi dengan cakupan lebih luas, maka posisinya jadi lebih jelas daripada penemuan sebelumnya. Mengingat, spesies ini masuk kelompok Rhabdodontomorpha serta tampak berkerabat dengan Muttaburrasaurus, tentu mengungkap informasi baru. Informasi tersebut tidak lain yaitu dinosaurus Foskeia pelendonum bisa memperkuat hubungan Ornithopoda Eropa serta Gondwana.
Analisis ini bisa mengubah sebagian keturunan keluarga Ornithischia. Beberapa keturunan hewan purba herbivora bergeser posisinya. Hasil penelitian ini juga mendukung lagi gagasan Phytodinosauria. Gagasan tersebut menyebut bahwa hewan purba herbivora membentuk kelompok evolusioner secara alami.
Baca Juga: T rex Mengibaskan Ekor Saat Berlari, Mengungkap Rahasia Gerak Predator Purba
Penemuan dinosaurus Foskeia pelendonum cukup mengejutkan. Hal ini karena ukuran Foskeia pelendonum tak seperti dinosaurus pada umumnya. Jika biasanya ukurannya raksasa, hewan purba ini justru mungil. Karena hal itu, ilmuwan menaruh perhatian penuh pada hewan purba yang tergolong herbivora tersebut. (R10/HR-Online)

5 hours ago
9

















































