harapanrakyat.com,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan Ruang Dialektika Nusantara (OKP RDN) DPD Tasikmalaya, menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Jalan Irigasi Cikunten 1, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).
Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas mandeknya pembangunan jalan serta minimnya pemeliharaan saluran irigasi di wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan, massa aksi menyampaikan tuntutannya melalui spanduk yang dibentangkan tepat di pinggir saluran irigasi.
Baca Juga: Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Banjar, Aliansi Pemuda Soroti Lapangan Kerja dan Investasi
Pembangunan Jalan Irigasi Cikunten 1 Tasikmalaya Terbengkalai
Kehadiran mereka menarik perhatian warga sekitar, mengingat kondisi infrastruktur di lokasi tersebut dinilai terbengkalai. Bahkan tidak memberikan manfaat optimal bagi mobilitas warga maupun sektor pertanian.
Diki, koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan, kondisi jalan irigasi saat ini sangat memprihatinkan karena pengerjaannya belum tuntas. Tak hanya soal jalan, pemeliharaan saluran air yang selama ini menjadi urat nadi pertanian warga juga dianggap luput dari perhatian instansi terkait.
Persoalan pembangunan Jalan Irigasi Cikunten 1 ini sebenarnya bukan tanpa upaya musyawarah. Pihak OKP RDN mengaku sudah mencoba menempuh jalur formal melalui audiensi sebanyak dua kali.
Namun sayangnya, langkah tersebut belum membuahkan hasil yang konkret maupun jawaban yang memuaskan dari pihak pemerintah terkait.
Audiensi pertama sebelumnya telah dilakukan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Dalam pertemuan tersebut, mereka menuntut penjelasan mengenai kelanjutan proyek. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata di lapangan.
Baca Juga: Aktivis Surati BPKP, Minta Seluruh Proyek Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Diaudit Investigatif
“Kami sudah berupaya datang secara baik-baik ke BBWS Citanduy untuk meminta kejelasan. Tapi sampai sekarang, persoalan pembangunan jalan dan perawatan irigasi Cikunten 1 ini masih menggantung tanpa jawaban pasti,” ungkapnya.
Upaya mencari keadilan berlanjut saat audiensi kedua di Kantor Korwil Pekerjaan Umum (PU) Tasikmalaya. Namun, pertemuan itu pun berakhir dengan kekecewaan, karena mereka gagal mendapatkan akses terhadap sejumlah dokumen krusial yang dianggap sebagai bentuk transparansi publik.
OKP RDN Pertanyakan 3 Poin Utama
Diki menyebutkan, ada tiga poin utama yang dipertanyakan oleh OKP RDN terkait proyek jalan irigasi di Cikunten 1. Yakni mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Mereka menilai dokumen-dokumen tersebut seharusnya bisa diakses publik guna memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan.
Baca Juga: Truk Bermuatan Batu Bolder Rusak Sejumlah Ruas Jalan di Pangandaran
Aksi yang berlangsung kondusif ini menegaskan komitmen para pemuda untuk terus mengawal permasalahan tersebut hingga tuntas.
Mereka pun mendesak pemerintah maupun pelaksana proyek Jalan Irigasi Cikunten 1 untuk segera memberikan penjelasan resmi. Sekaligus melakukan langkah perbaikan demi kepentingan masyarakat dan para petani di wilayah Cikunten. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

21 hours ago
11

















































