Setelah dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, legenda hidup sepak bola Belanda ini memilih jalan yang jauh dari hiruk-pikuk taktik di pinggir lapangan hijau profesional. Ia memilih pulang ke rumah, membalas budi pada lingkungan yang membentuknya.
Baca Juga: PSSI Tetapkan Target Baru untuk Timnas Indonesia Usai Pecat Patrick Kluivert
Pada Rabu (18/2/2026), pria berusia 49 tahun tersebut resmi memperkenalkan “pelabuhan” barunya. Bukan sebagai arsitek tim papan atas, melainkan sebagai duta bagi Cruyff Foundation, sebuah yayasan amal yang didirikan oleh mentor sekaligus mentor sepak bola dunia, mendiang Johan Cruyff.
Misi perdana Kluivert usai dipecat dari Timnas Indonesia dalam peran barunya ini terasa sangat personal. Ia meresmikan Cruyff Court Patrick Kluivert. Sebuah fasilitas olahraga multifungsi yang dibangun tepat di jantung Amsterdam-Noord. Kawasan di mana ia menghabiskan masa kecilnya dengan mengejar bola di jalanan keras.
Dahulu, lokasi ini hanyalah hamparan aspal abu-abu yang gersang tanpa fasilitas. Namun kini, melalui kolaborasi strategis antara Cruyff Foundation, perusahaan ritel Action Nederland, dan Pemerintah Kota (Gemeente) Amsterdam. Kolaborasi tersebut menyulap lahan kosong menjadi ruang publik yang hidup, estetis, dan ramah anak.
“Kini, saya kembali sebagai duta Cruyff Foundation,” tulis Kluivert melalui akun Instagram pribadinya.
Bagi Kluivert, lapangan ini adalah simbol nostalgia. Di area inilah bakat mentahnya pertama kali terasah sebelum akhirnya dipinang oleh akademi legendaris Ajax Amsterdam. Lapangan baru ini diharapkan menjadi inkubator bagi talenta-talenta muda masa depan untuk bermimpi setinggi dirinya.
“Pada Rabu, 18 Februari, kami membuka Cruyff Court Patrick Kluivert, tepat di lingkungan tempat saya bukan hanya tumbuh besar dan bermain bola jalanan. Namun juga tempat Ajax menemukan saya,” lanjut pria yang pernah berseragam Barcelona tersebut.
Baca Juga: Tiga Calon Kandidat Pengganti Patrick Kluivert, Siapa Saja?
Menjaga Warisan Johan Cruyff usai Dipecat dari Timnas Indonesia
Langkah yang Kluivert ambil ini sejalan dengan filosofi Johan Cruyff, yang percaya bahwa ruang bermain yang aman dan inklusif adalah kunci pembentukan karakter, disiplin, serta kepercayaan diri anak-anak sejak dini. Cruyff Court bukan sekadar lapangan sepak bola gratis. Namun, sebagai titik temu lintas latar belakang untuk membangun komunitas yang lebih positif melalui olahraga dan kerja sama tim.
“Tempat yang dulunya kaku saat ini berubah menjadi ruang olahraga yang multifungsi. Tempat ini berdampak nyata untuk anak-anak dan semua komunitas,” pungkas Kluivert.
Baca Juga: Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, PSSI Pecat Patrick Kluivert dan Tim
Dengan peran barunya pasca dipecat dari Timnas Indonesia ini, Patrick Kluivert membuktikan bahwa dedikasi terhadap sepak bola tidak selalu harus diukur dari trofi di lemari juara. Melainkan dari seberapa besar dampak yang diberikan kepada generasi berikutnya di akar rumput. (Adi/R5/HR-Online)

8 hours ago
10

















































