harapanrakyat.com,- Pasca terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab, petugas gabungan langsung melakukan aksi bersih-bersih sisa lumpur di sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Petugas yang melakukan aksi bersih-bersih itu antara lain Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari bersama jajaran Polres Ciamis, dan relawan.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Jebol, Puluhan Hektar Sawah dan Pemukiman di Pamarican Ciamis Terendam
Salah satu titik fokus pembersihan yakni di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Ciamis yang berlokasi di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari. Pantauan di lapangan, personel Damkar bersama Polri dan relawan terjun langsung saling bahu membahu menyemprot sisa lumpur yang masuk ke dalam ruang kelas serta memenuhi halaman sekolah.
Polres Ciamis Terjunkan Personel Samapta Pasca Banjir di Pamarican
Kasat Samapta Polres Ciamis, Iptu Zezen Zaenal Mutaqqin mengatakan, bahwa untuk membantu warga yang terdampak banjir, pihaknya menerjunkan sedikitnya 15 personel anggota Samapta.
“Pagi ini Samapta Polres Ciamis bersama anggota Polsek Pamarican tengah membantu warga yang terdampak banjir. Seperti halnya membersihkan lumpur di sekolah MIN 4 Ciamis,” ungkapnya kepada awak media.
Lebih lanjut Zezen menambahkan, proses pembersihan material lumpur tersebut dilakukan secara sinergi dengan berbagai instansi terkait. “Kami tidak bekerja sendiri, namun bersama dengan BPBD Ciamis, Damkar Pos WMK Banjarsari, serta rekan-rekan Tagana dan Relawan Ciamis Selatan (RCS),” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bangunsari, Subhan Hadi Suroso mengungkapkan, bahwa dampak dari jebolnya tanggul Sungai Citalahab ini mengakibatkan ratusan jiwa menjadi korban. “Data sementara ada 450 KK yang terdampak. Wilayah yang terendam meliputi RT 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 11,” papar Subhan.
Tak hanya merendam pemukiman warga dan fasilitas pendidikan, banjir juga menghantam sektor pertanian. Pasca banjir di Pamarican tersebut, membuat ratusan hektar tanaman padi yang sudah siap panen kini terancam gagal total.
“Untuk sawah yang sudah siap panen ada sekitar 200 hektar, dan yang sedang dipanen ada sekitar 20 hektar. Kasihan, padinya banyak yang terendam dan terbawa arus banjir. Kerugian materiil jelas cukup besar,” pungkasnya.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Jebol, Nenek 90 Tahun di Pamarican Ciamis Terluka Terjebak Banjir
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi material lumpur pasca banjir di Pamarican. Kegiatan tersebut agar aktivitas belajar mengajar dan pelayanan publik di Desa Bangunsari bisa segera kembali normal. (Suherman/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 weeks ago
30

















































