Mengungkap Jejak Sejarah Candi Jago di Jawa Timur

1 day ago 15

harapanrakyat.com,- Mempelajari peninggalan sejarah Candi Jago selalu memberikan sebuah wawasan baru tentang masa lampau. Bangunan suci ini merupakan peninggalan sejarah Indonesia yang sangat penting dari era Kerajaan Singasari. 

Selanjutnya, monumen purbakala tersebut dibangun khusus sebagai tempat penghormatan bagi mendiang Raja Wisnuwardhana. Tempat ibadah peninggalan masa lalu ini terletak di sebuah wilayah bernama Kecamatan Tumpang.

Baca juga: Menyingkap Pesona dan Sejarah Candi Setyaki di Kawasan Dieng

Jarak bangunan kuno ini hanya sekitar dua puluh dua kilometer dari pusat Kota Malang. Oleh karena letaknya itu, penduduk desa setempat lebih sering menyebutnya dengan nama Candi Tumpang.

Awal Mula Sejarah Berdirinya Candi Jago

Pembangunan tempat ibadah suci ini diperkirakan berlangsung pada sekitar pertengahan abad ketiga belas masehi. Pada mulanya, penguasa terkenal bernama Raja Kertanegara memerintahkan pendirian monumen besar ini demi ayahnya. Kemudian, proses pembuatannya memakan waktu yang sangat lama karena gaya arsitekturnya amat presisi.

Struktur utama bangunan agung ini memiliki perpaduan bentuk gaya arsitektur yang sangat menakjubkan. Walaupun demikian, bagian atap dari bangunan tersebut telah runtuh akibat sambaran petir masa lampau. Oleh karena itu, para pengunjung masa kini hanya bisa melihat sisa bagian kaki bangunan.

Monumen suci ini sejatinya memiliki bentuk susunan arsitektur yang menyerupai sebuah punden berundak. Bangunan ini terbuat dari batuan andesit kuat yang disusun secara rapi tanpa menggunakan perekat. Pola berundak ini melambangkan sebuah tingkatan menuju kesempurnaan spiritual di dalam sebuah ajaran agama.

Di samping itu, daya tarik utama monumen ini terletak pada pahatan indah relief cerita. Kisah pahatan dinding tersebut wajib dibaca dengan teknik prasawiya atau berjalan berlawanan jarum jam. Sebetulnya, metode pembacaan unik ini sangat berkaitan erat dengan sebuah ritual pemujaan arwah leluhur.

Baca juga: Fakta Menarik Seputar Sejarah Candi Dwarawati di Dataran Tinggi Dieng

Deretan relief tersebut secara jelas mengisahkan berbagai cerita moral fabel hingga epos Mahabharata. Demikian pula, ajaran agama Siwa dan Buddha Tantrayana berpadu secara sangat harmonis di sana. Alhasil, perpaduan dua keyakinan ini menunjukkan tingginya tingkat toleransi kehidupan beragama masyarakat masa silam.

Sampai saat ini, upaya pelestarian monumen tersebut terus dilakukan oleh pemerintah secara sangat berkala. Setiap warisan budaya nusantara ini harus selalu dijaga bersama agar tidak lekang oleh zaman. Pada akhirnya, nilai dari sejarah kebesaran candi bernama Jago ini akan selalu abadi. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |