Longsor Terjang Sawah di Tasikmalaya, Panggilan Azan Ashar Selamatkan Warga

1 day ago 17

harapanrakyat.com,- Bencana tanah longsor yang terjang sawah nyaris memakan korban jiwa di kawasan dekat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026). Peristiwa pergerakan tanah ini sempat terekam kamera ponsel milik warga setempat.

Dalam rekaman video yang beredar, detik-detik pergerakan tanah dan tumbangnya pepohonan besar terlihat sangat jelas. Suasana mencekam begitu terasa saat tebing mulai runtuh, diiringi suara warga yang mengumandangkan selawat serta teriakan histeris seorang ibu yang mencari anaknya di sekitar lokasi kejadian.

Diki, seorang warga yang merekam kejadian tersebut, menceritakan bahwa saat itu ia sedang mencari belut (ngurek) di pematang sawah yang berada tepat di depan lokasi longsor. Ia mengaku sempat melihat tanda-tanda alam yang tidak biasa sebelum longsor terjadi.

Baca Juga: Bus di Tasikmalaya Nyaris Masuk Jurang Nekat Melintasi Area Longsor

“Awalnya saya lihat pepohonan seperti pohon kelapa dan pohon petai bergoyang-goyang, padahal tidak ada angin besar,” ungkapnya Minggu (19/7/2026).

Diki sempat merekam kondisi tebing sebelum tiba-tiba longsor terjadi. Material tanah dan pepohonan runtuh menimbun area persawahan di bawahnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena sekitar satu jam sebelumnya para petani sudah meninggalkan sawah. Kepala Dusun Kampung Naga, Bah Otoy, menyebut kejadian itu nyaris menelan banyak korban.

Sebelum Longsor Terjang Sawah

Bah Otoy mengatakan, hingga sekitar pukul 15.00 WIB area persawahan masih ramai oleh warga. Sejumlah ibu-ibu sedang menanam padi dan memberi pupuk, sementara dirinya memperbaiki saluran irigasi ditemani beberapa anak yang bermain sambil mencari belut.

Baca Juga: Tertimbun Longsor 10 Menit, Pria Lansia di Tasikmalaya Nyaris Tewas Terkubur

Saat azan asar berkumandang, para petani menghentikan aktivitas dan pulang. Sekitar pukul 15.45 WIB, longsor terjang area sawah. Bah Otoy yang baru selesai salat asar mengaku mendengar teriakan warga dan mendapati sawah sudah tertutup material longsor serta pepohonan tumbang.

Berdasarkan pendataan awal, luas lahan persawahan yang tertimbun material longsor mencapai 2,5 hektare. Total kerugian materi mencakup 35 kotak sawah milik 8 orang warga. Seluruh lahan tersebut diketahui baru saja ditanami benih padi pada hari yang sama. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |