harapanrakyat.com,- Dampak musim kemarau mulai dirasakan secara meluas oleh warga di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, mencatat setidaknya ada 10 desa yang tersebar di 4 kecamatan kini mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan menyalurkan pasokan air bersih ke titik-titik lokasi yang membutuhkan.
“Sejauh ini terdampak ada di 4 kecamatan, total ada 10 desa. BPBD selalu siap dan bergerak cepat mengirimkan bantuan air bersih kapanpun wilayah membutuhkan,” kata Ruhimat, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Kabupaten Tasikmalaya Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan
Dampak Kemarau, 10 Desa/Kelurahan di Kota Banjar Alami Krisis Air
Menurutnya, dari 10 desa tersebut, wilayah yang paling parah terdampak krisis air berada di kawasan dataran tinggi, salah satunya Kelurahan Hegarsari.
Guna memenuhi kebutuhan harian warga, BPBD bekerja sama dengan instansi terkait seperti BBWS Citanduy (yang menyiagakan armada truk tangki), serta PDAM. Sebanyak 28 tandon air siap didistribusikan ke pemukiman warga.
Selain penyaluran air bersih, Ruhimat juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran lahan dan pemukiman selama musim kemarau berlangsung.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang berada di dekat kawasan pegunungan atau perbukitan, untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Jika terpaksa membakar sampah, harus tunggui dan siapkan air dalam ember untuk mengantisipasi api tidak meluas,” tegasnya.
BPBD Kota Banjar memastikan armada dan personel siap siaga 24 jam untuk melayani permintaan bantuan air bersih dari warga yang terdampak.
Musim Kemarau Mesin Pompa Sumur Bor Rusak
Sementara itu, warga di wilayah RT 06/RW 18, dan RT 01/RW 18, Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, menerima penyaluran bantuan air bersih dari BPBD Kota Banjar.
Bantuan ini disalurkan untuk warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau dan rusaknya fasilitas sumur bor umum.
Ketua RW 18 Hegarsari, Samsu mengungkapkan, dampak musim kemarau sudah dirasakan warga sekitar dua bulan terakhir ini. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya mesin pompa sumur bor bantuan pemerintah yang selama ini menjadi sumber air utama warga.
“Air sumur warga sudah mengering karena musim kemarau hampir dua bulan. Sementara sumur bor bantuan pemerintah mesinnya rusak. Perbaikannya butuh biaya sekitar 12 juta rupiah untuk pembelian mesin baru,” tuturnya.
Warga sempat mengupayakan perbaikan dengan menyewa mesin cadangan. Namun karena keterbatasan biaya, solusi tersebut tidak bertahan lama.
“Sempat pinjam mesin pengganti, tapi hanya dikasih waktu satu minggu. Karena belum ada biaya untuk beli mesin baru, akhirnya tidak bisa dipakai lagi. Oleh karena itu, kami mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah,” jelasnya.
Baca Juga: Debit Sungai Citanduy di Bendung Dobo Kota Banjar Menyusut, Irigasi Pertanian Terdampak?
Selain mengandalkan bantuan air bersih darurat, warga RW 18 juga berharap jaringan PDAM dapat segera masuk ke wilayah mereka. Sehingga permasalahan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.
“Dulu pernah ada informasi rencana masuk jaringan PDAM. Tadi juga sudah kami koordinasikan lagi, pihak terkait minta didata berapa KK yang siap masuk. Harapan kami ada perhatian dan solusi jangka panjang dari pemerintah untuk air bersih warga di sini,” pungkas Samsu. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

16 hours ago
14

















































