Baca Juga: Anak Meisya Siregar Terseret Ombak di Bali, Penyesalan Mendalam Bebi Romeo
Herjunot Ali Meriahkan Soundrenaline 2026, Penampilannya Penuh Energi di Melting Pop Stage
Junot naik ke atas panggung pada pukul 20.20 WIB dengan gaya kasual memakai kemeja abu-abu terang berlengan pendek serta topi berwarna senada. Ia tampil bersama seorang rekan yang ikut membantu menghidupkan suasana sepanjang pertunjukan. Kehadiran keduanya membuat atmosfer panggung terasa semakin hangat dan meriah.
Set lagu yang Junot bawakan terasa sangat beragam. Ia memadukan lagu pop populer, EDM, hingga lagu viral yang akrab bagi banyak penonton. Lagu seperti Mejikuhibiniu, Beauty and the Beast, serta Sialan langsung mengundang sorak sejak menit pertama.
Baca Juga: Ummi Quary Beli Rumah Impian, Pilih Konsep Kastel yang Unik
Irama pesta terus mengalun melalui lagu Tabola Bale, Feel the Magic in The Air, No Rules, Danza Kuduro, hingga Waka Waka. Junot beberapa kali maju ke depan meja DJ sambil menunjuk ke arah penonton agar ikut melompat mengikuti dentuman musik. Herjunot Ali meriahkan Soundrenaline 2026 lewat aksi panggung yang penuh interaksi dan semangat.
Lagu Nostalgia Jadi Penutup yang Berkesan
Salah satu momen paling menarik muncul saat Junot memilih lagu “Ada Yang Hilang” sebagai penutup penampilannya. Lagu tersebut merupakan soundtrack film Realita, Cinta & Rock N Roll yang ikut melambungkan namanya sebagai aktor. Pilihan itu membawa suasana nostalgia bagi banyak pengunjung.
Junot menjelaskan alasan memilih lagu tersebut setelah selesai tampil. Ia ingin menyesuaikan konsep pertunjukan dengan karakter festival yang terkenal sebagai rumah bagi banyak band.
Ia mengatakan, “Karena Soundrenaline kan acaranya acara band. Jadi dikonsepin kayak gitu,” kata Junot kepada Kompas.com usai manggung. Kutipan tersebut memperlihatkan alasan kuat di balik pemilihan lagu penutup yang terasa dekat dengan identitas Soundrenaline.
Fokus Menjalani Karier sebagai DJ
Banyak orang mengenal Junot melalui film Realita, Cinta & Rock N Roll, 5 cm, hingga Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Namun beberapa tahun terakhir, ia mulai memberi ruang lebih besar untuk dunia musik elektronik. Ternyata perjalanan sebagai DJ sudah ia mulai sejak 2008.
Saat ini, Junot mengaku lebih menikmati aktivitas sebagai disjoki daripada kembali ke lokasi syuting. Keputusan tersebut menjadi bagian dari arah baru dalam perjalanan kariernya.
Ia juga menyampaikan pernyataan yang cukup jelas mengenai fokus pekerjaannya saat ini. “DJ saja dulu deh. Nanti acting-nya ntar. Lagi break dulu acting,” pungkasnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa musik menjadi prioritas utama pada fase karier sekarang.
Perjalanan Karier yang Terus Berkembang
Herjunot Ali memiliki nama lengkap Mahbub Herjunot Ali dan lahir di Jakarta pada 8 Oktober 1985. Karier hiburannya mulai berkembang setelah mengikuti MTV VJ Hunt 2004. Setelah itu, namanya semakin terkenal sebagai presenter, aktor, model, hingga akhirnya aktif sebagai DJ.
Kesuksesan dalam dunia akting membuat Junot memiliki banyak penggemar lintas generasi. Kini ia membuktikan bahwa kemampuan bermusiknya juga mampu memikat ribuan penonton festival. Penampilannya pada Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 menjadi bukti bahwa ia tetap mampu menghadirkan hiburan berkualitas di panggung musik.
Baca Juga: El Rumi Sindir Anjasmara, Imbas Live Viral di Media Sosial
Antusiasme penonton sepanjang pertunjukan menunjukkan bahwa perpaduan pengalaman sebagai entertainer dan kemampuan membaca suasana menjadi kekuatan utama Junot. Aksi energik, pilihan lagu yang beragam, serta penutup bernuansa nostalgia membuat penampilannya menjadi salah satu sorotan festival tahun ini. Herjunot Ali meriahkan Soundrenaline 2026 menjadi bukti bahwa transformasi kariernya sebagai DJ berjalan sangat baik. Hal itu kian terlihat saat Herjunot Ali memeriahkan Soundrenaline 2026 dengan penampilan yang meninggalkan kesan kuat bagi para pengunjung. (R10/HR-Online)

19 hours ago
11

















































