Pergerakan emiten perbankan kembali menjadi perhatian investor setelah saham BBCA naik 4 persen. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) itu naik ke level Rp6.475 sejak perdagangan Jumat (17/7). Penguatan ini terjadi bersamaan dengan masuknya aksi beli investor asing di pasar BEI senilai Rp1,2 triliun.
Baca Juga: Saham Blue Chip Tertekan, Inilah Prediksi Rebound Semester II di Tahun 2026
Saham BBCA Naik 4 Persen Didukung Aksi Beli Asing dan Transaksi Besar
Kenaikan saham BBCA tidak hanya terjadi karena sentimen teknikal. Lebih dari itu, lonjakan juga didukung oleh meningkatnya optimisme investor terhadap fundamental perusahaan. Pada perdagangan tersebut, sebanyak 319,19 juta saham BCA berpindah tangan. Frekuensi transaksi mencapai 56.469 kali dengan nilai perdagangan sebesar Rp2,04 triliun.
Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih atau net buy pada saham BBCA sebesar Rp698,29 miliar. Kondisi ini menunjukkan adanya kembali minat investor global terhadap saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Tepat setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.
Ekspektasi Kembalinya Dana Asing Jadi Katalis Positif
Saham BBCA naik 4 persen tentu sangat menarik atensi banyak pihak. CGS International Sekuritas menilai faktor yang mendorong penguatan BBCA adalah peluang masuknya kembali dana asing ke pasar saham Indonesia. Sentimen tersebut berkaitan dengan keputusan S&P yang mempertahankan peringkat utang Indonesia dengan outlook stabil.
Hasilnya posisi Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade. Dengan kondisi tersebut, investor asing dinilai memiliki kepercayaan lebih besar terhadap pasar domestik. Termasuk pada saham-saham unggulan seperti BBCA yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi di pasar global.
Baca Juga: Kenaikan Pasar Saham AS, Meredam Kekhawatiran Turunnya Suku Bunga Fed
Transaksi Crossing Asing Rp1,2 Triliun Jadi Topik Utama
Selain penguatan harga, perhatian pasar juga tertuju pada transaksi besar saham BBCA di pasar negosiasi BEI. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, terdapat transaksi crossing dari investor asing melalui broker JP Morgan Sekuritas. Nilainya tak main-main yaitu mencapai Rp1,2 triliun.
Transaksi tersebut berlangsung pada harga rata-rata Rp6.400 per saham dengan jumlah sekitar 1,9 juta lot saham BBCA. Hingga informasi tersebut rilis, belum terdapat keterangan resmi terkait pihak yang melakukan transaksi. Fenomena ini semakin memperkuat perhatian investor terhadap saham BBCA setelah sebelumnya membalikkan arah sejak Kamis (16/7). Pada hari sebelumnya harga saham naik 1,63 persen dengan net buy asing mencapai Rp186,75 miliar.
Prospek Saham BBCA Masih Positif
Sejumlah analis memberikan pandangan positif terhadap prospek saham BBCA naik 4 persen. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan aksi beli dengan area masuk di kisaran Rp6.300 hingga Rp6.450. Proyeksi target kenaikan berada pada level Rp6.650 hingga Rp6.950. Sementara batas risiko atau stop loss berada di bawah Rp6.200.
Di sisi lain, KB Valbury Sekuritas juga memberikan rekomendasi trading buy dengan area beli Rp6.275 hingga Rp6.475. Target keuntungannya sendiri berada di Rp6.575. Adapun peluang menuju resistance kedua di Rp6.875. Tentunya dengan catatan apabila level tersebut berhasil tembus.
Baca Juga: Prospek Menjanjikan dari Pemulihan Investasi Rebound IHSG
Saham BBCA naik 4 persen menunjukkan kembali kuatnya minat investor terhadap emiten perbankan dengan fundamental solid tersebut. Kombinasi aksi beli asing, transaksi Rp1,2 triliun, serta kinerja BBCA stabil menjadi faktor yang mendukung saham naik 4 persen. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko. Seperti halnya tekanan margin bunga bersih (NIM), perlambatan pertumbuhan kredit dan kondisi ekonomi makro. (R10/HR-Online)

1 day ago
13

















































