harapanrakyat.com,- Euforia laga final Piala Dunia 2026 terasa hingga di sejumlah daerah di Jawa Barat. Termasuk di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, pemerintah daerah menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di ruang publik yang disambut antusias masyarakat pada Senin (20/7/2026).
Di Ciamis, nobar digelar di Alun-alun Ciamis. Kegiatan serupa sejatinya sudah berlangsung sejak babak semifinal Piala Dunia 2026. Layar yang digunakan bahkan tidak diturunkan untuk kembali dimanfaatkan pada nobar final.
Sementara itu, di Pangandaran, nobar dipusatkan di Alun-alun Parigi. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami telah mengumumkan pelaksanaan nobar melalui media sosial pribadinya sejak Minggu (19/7/2026) pagi. Ia juga menginformasikan akan ada doorprize yang dibagikan kepada masyarakat yang hadir, mulai dari sepeda listrik hingga kulkas.
Ternyata fenomena nobar Piala Dunia 2026 yang digelar di berbagai daerah bukan hanya muncul dari inisiatif pemerintah daerah masing-masing. Salah satu pemicunya adalah adanya arahan dari pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Surat Edaran Mendagri Soal Nobar Piala Dunia 2026
Surat Edaran Mendagri Nomor 400.2.7/4657/SJ tentang fasilitasi dan inisiasi nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 tersebut ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia.
Dalam surat itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah untuk memfasilitasi kegiatan nobar sesuai kemampuan daerah masing-masing. Pemerintah daerah juga diarahkan memanfaatkan ruang publik atau lokasi strategis sebagai tempat penyelenggaraan.
Selain itu, kegiatan nobar diharapkan tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga melibatkan perangkat daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, serta komunitas lokal agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menjelaskan, tujuan dari surat edaran tersebut bukan semata-mata mengajak masyarakat menikmati pertandingan Piala Dunia bersama-sama. Lebih dari itu, kegiatan nobar diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menurut dia, kegiatan nobar juga memiliki fungsi sosial karena dapat menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Kemendagri Dorong Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan Ekonomi Lokal
Pemprov Jabar Tindak Lanjuti Arahan Mendagri Soal Nobar Piala Dunia 2026
Di Jawa Barat, maraknya kegiatan nobar Piala Dunia 2026 merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan memfasilitasi kegiatan nobar di sejumlah ruang publik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pelaksanaan nobar akan digelar mulai babak semifinal. Menurutnya, fase tersebut dipilih karena tingkat antusiasme masyarakat biasanya semakin tinggi ketika pertandingan memasuki tahap akhir.
Pelaksanaan nobar nantinya dapat digelar di berbagai lokasi seperti alun-alun, taman kota, stadion, maupun ruang publik lainnya. Kegiatan tersebut juga berpotensi dikolaborasikan dengan pelaku UMKM dan berbagai komunitas masyarakat.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Agenda Nobar Piala Dunia 2026 Mulai Babak Semifinal
Dengan adanya arahan tersebut, penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 tidak hanya dipandang sebagai kegiatan hiburan. Pemerintah berharap momentum olahraga dunia itu dapat menjadi sarana memperkuat interaksi sosial sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Bagi pemerintah daerah, sepak bola menjadi pintu masuk untuk menghadirkan aktivitas masyarakat di ruang publik. Sementara bagi pelaku usaha, terutama UMKM, kegiatan nobar menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan selama momentum Piala Dunia berlangsung.
Dengan demikian, alasan banyak daerah menggelar nobar bukan sekadar karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk menghidupkan ekonomi daerah. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

22 hours ago
10

















































