KDM Soroti Anak ‘Mager’ karena Gadget, Sebut Jadi Ancaman Kesehatan Generasi Mendatang

22 hours ago 34

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kebiasaan anak-anak yang semakin minim bergerak akibat terlalu lama menggunakan gawai. Menurutnya, gaya hidup “mager” atau malas gerak karena gadget yang kini banyak dialami anak menjadi ancaman serius bagi kesehatan generasi mendatang.

“Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Dana BOS dan BOPD Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Sekolah

KDM mengatakan, asupan gizi yang baik tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila anak-anak tidak aktif bergerak. Kebiasaan terlalu lama bermain gadget membuat mereka lebih banyak duduk dan mengurangi aktivitas fisik sehari-hari.

“Anak-anak harus banyak bergerak. Nutrisi yang masuk ke tubuh harus menjadi energi,” katanya.

Dampak Anak ‘Mager’ karena Gadget, KDM: Jangan Anggap Sepele!

Ia mengingatkan, dampak dari pola hidup yang kurang aktif tidak bisa dianggap sepele. Sejumlah penyakit yang selama ini identik dialami orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak.

“Beberapa penyakit orang dewasa sekarang ditemukan pada anak-anak, seperti gagal ginjal dan diabetes,” ungkapnya.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, KDM menilai kebiasaan bermain gadget secara berlebihan juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Anak yang kurang bergerak cenderung memiliki tingkat emosi yang lebih tinggi.

Karena itu, ia mengajak para orangtua untuk lebih memperhatikan pola hidup anak di rumah. Menurutnya, membatasi penggunaan gadget perlu diimbangi dengan mengajak anak melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak.

“Ajak anak-anak untuk beraktivitas yang membutuhkan banyak gerak,” ujarnya.

Tak hanya itu, KDM juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan anak dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula agar kesehatan mereka tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, KDM turut mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merumuskan program peningkatan nutrisi bagi ibu hamil. 

Baca Juga: Usai Sidak KDM, Warga Cipatat Pasang Spanduk: Zona Darurat Polusi, Jangan Lepas Masker!

Melalui program itu, ibu hamil yang mengalami masalah pemenuhan gizi nantinya dapat memperoleh makanan yang dibutuhkan selama masa kehamilan. “Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara,” katanya.

Menurut KDM, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh makanan bergizi, minuman yang berkualitas, dan lingkungan yang sehat. “Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu,” pungkasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |