Kawasan dataran tinggi Kintamani, Bali, kini telah bertransformasi menjadi pusat gaya hidup modern yang menawarkan berbagai rekomendasi cafe estetis bagi para wisatawan. Di ketinggian 1.500 mdpl (meter di atas permukaan laut), pengunjung bisa menikmati udara pegunungan yang sejuk. Serta pemandangan magis Danau dan Gunung Batur sambil menyeruput kopi berkualitas.
Destinasi ini menjadi magnet utama bagi mereka yang mencari pengalaman “soulful” di tengah keindahan alam yang memukau.
Salah satu daya tarik yang paling viral adalah fenomena “cloud sea” atau lautan awan yang biasanya muncul antara pukul 05.30 hingga 08.30 WITA.
Baca Juga: The Any Assembly Bandung, Cafe Estetik untuk Nongkrong dan WFC
Akasa Specialty Coffee menjadi pionir dengan fasilitas jembatan kaca gantung (suspended glass walkway) di lantai tiga. Sehingga memberikan sensasi berfoto seolah melayang di atas kaldera. Sebagai roastery aktif, Akasa juga memproses biji kopi Arabika Kintamani mereka sendiri untuk menjaga kualitas rasa.
Rekomendasi Cafe Estetis di Kintamani dengan Konsep Desain Unik
Bagi Anda yang menyukai desain minimalis modern, Montana Del Cafe hadir dengan konsep gedung serba putih yang menyerupai “Santorini di pegunungan”.
Area outdoor-nya penuh dengan ilalang estetik dan jaring gantung menjadi spot favorit untuk bersantai menatap kemegahan Gunung Batur.
Selain itu, El Lago menawarkan akulturasi kuliner Jepang seperti sushi dan ramen di tengah suasana pegunungan. Dengan desain bangunan kaca yang memungkinkan pengunjung tetap menikmati panorama dari dalam ruangan.
Baca Juga: Jelajahi Surga Kopi di Solo: Dari Kedai Legendaris 1947 hingga Roastery Modern yang Kekinian
Keberagaman kuliner dan konsep menarik juga bisa Anda temukan di Paperhills, yang membawa suasana beach club ke perbukitan melalui area makan terbuka yang luas.
Sebagai bagian dari rekomendasi cafe estetis di Kintamani, tempat ini juga menyajikan hidangan lokal otentik seperti Ikan Mujair Nyat-Nyat dengan bumbu rempah yang meresap.
Selain nama-nama tersebut, terdapat pula Tegukopi yang menawarkan paket Jeep Tour, Okuta dengan arsitektur unik menyerupai bagian dalam gua. Serta Kintamani Eco Bike Coffee yang mengusung konsep “farm to cup”.
Tips Waktu Berkunjung
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, sebaiknya datang sebelum fajar untuk mengejar momen matahari terbit. Jangan lupa selalu mengenakan pakaian hangat karena suhu yang dingin.
Baca Juga: Imago Hills Bandung Coffee Shop Estetik dengan Spot Foto Instagramable
Pengunjung juga akan dikenakan biaya retribusi resmi memasuki kawasan wisata Kintamani sekitar Rp 50.000 per orang di pos penjagaan.
Dengan segala keunikan arsitektur dan kualitas kopi lokalnya, berbagai rekomendasi cafe estetis di Kintamani ini dipastikan akan terus menjadi destinasi favorit bagi keluarga maupun generasi Z untuk melepas penat di Bali. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

19 hours ago
12

















































