Museum Barli Bandung, Ikon Sejarah Perkembangan Seni Rupa di Kota Kembang

9 hours ago 13

Museum Barli Bandung adalah salah satu ikon budaya sekaligus sejarah di Kota Kembang. Di tengah perkembangan Bandung sebagai pusat kreativitas, museum ini hadir sebagai ruang yang tidak hanya menyimpan karya-karya berharga. Lebih dari itu, tempatnya juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dunia seni lukis Indonesia.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah G30S di Monumen Pancasila Sakti Jakarta Timur

Keberadaan museum ini menunjukkan bagaimana karya seni dapat terwariskan kepada generasi berikutnya lewat lembaga publik. Mengingat awalnya kawasan ini hanyalah milik pribadi. Kemudian Pemerintah melalui Menteri Pariwisata, Pos & Telekomunikasi, Soesilo Soedarman, meresmikannya pada Oktober 1992. Sejak saat itu, tempatnya resmi buka untuk umum.

Museum Barli Bandung dan Jejak Perjuangan Barli Sasmitawinata dalam Dunia Seni

Di balik berdirinya Museum Barli, terdapat sosok pelukis legendaris Indonesia yang memiliki kontribusi besar. Khususnya terhadap perkembangan seni rupa nasional. Ia adalah Barli Sasmitawinata. Nama Barli Sasmitawinata sudah lama populer sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia seni rupa Tanah Air.

Barli lahir pada tahun 1921. Semasa hidup ia mendedikasikan sebagian besar usianya untuk berkarya, mengajar dan memperkenalkan seni kepada masyarakat luas. Bagi Barli, seni bukan sekadar aktivitas menciptakan lukisan, melainkan sarana untuk membangun peradaban dan memperkaya wawasan budaya.

Selama bertahun-tahun, ia menyaksikan perkembangan dunia seni di Bandung yang melahirkan banyak seniman berbakat. Namun, ia juga melihat masih terbatasnya ruang yang dapat mereka gunakan sebagai pusat informasi, pameran, maupun pendidikan seni. Gagasan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Museum Barli.

Awal Berdirinya Museum yang Penuh Makna

Keinginan Barli untuk menghadirkan pusat seni terwujud dengan membangun museum di Bandung di atas lahan miliknya sendiri bersama sang istri, Atikah. Keduanya memiliki harapan agar tempat tersebut dapat menjadi ruang kreativitas. Sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia seni Indonesia.

Dalam proses pembangunannya, Barli mulai mengumpulkan berbagai karya yang ia anggap memiliki nilai artistik dan sejarah. Koleksi tersebut ia persiapkan untuk menjadi bagian dari museum yang kelak dapat publik nikmati. Terdapat kisah yang cukup menyentuh di balik pembangunan museum ini. Sebelum museum selesai, Atikah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menjadi momen yang sangat mendalam bagi Barli. Pasalnya, setelah pembangunan rampung, museum itu ia persembahkan sebagai bentuk penghormatan dan kenangan kepada sang istri. Museum kemudian berdiri sebagai simbol dedikasi terhadap seni sekaligus penghormatan terhadap sosok yang sang maestro cintai.

Baca Juga: Sejarah Raja Mulawarman Menyumbangkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Brahmana

Koleksi Seni yang Menjadi Daya Tarik Utama

Museum Barli Bandung terkenal memiliki beragam koleksi seni yang mencerminkan perjalanan panjang dunia seni rupa Indonesia. Tidak hanya menampilkan karya Barli Sasmitawinata, museum ini juga menyimpan karya dari sejumlah pelukis dan pematung lainnya. Misalnya lukisan abstrak karya Aditya Priyagana.

Bangunan Museum Barli sendiri terdiri dari beberapa lantai yang memiliki fungsi berbeda. Area pameran digunakan untuk menampilkan berbagai karya seni dengan tema dan visual yang beragam. Pengunjung dapat menemukan lukisan figuratif, abstrak, hingga karya-karya yang mengangkat kehidupan masyarakat sebagai inspirasi utama.

Salah satu bagian paling menarik adalah ruang khusus museum di Bandung ini yang menampilkan perjalanan hidup Barli. Di ruangan ini terdapat dokumentasi karya, foto-foto perjalanan karier, serta berbagai penghargaan. Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat melihat bagaimana seorang seniman mengembangkan gaya visualnya dari waktu ke waktu.

Menjadi Pusat Edukasi dan Aktivitas Seni

Selain berfungsi sebagai museum, tempat ini juga aktif mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan memperkenalkan seni kepada masyarakat. Berbagai pameran, diskusi, lokakarya, hingga pelatihan melukis sering terselenggara. Terutama untuk menarik minat generasi muda terhadap dunia seni rupa.

Salah satu program yang cukup populer adalah kegiatan melukis bersama bagi anak-anak dan pelajar. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung mengenai proses kreatif dalam menghasilkan sebuah karya seni. Museum juga memiliki kegiatan sosial yang berfokus pada pendidikan seni bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Perjanjian Luso Sunda di Nusantara Abad Keenam Belas

Museum Barli Bandung hingga kini tetap menjadi simbol penting perkembangan seni rupa di Kota Kembang. Berawal dari gagasan Barli yang ingin menghadirkan ruang seni bagi masyarakat Bandung, museum ini dapat berkembang pesat. Untuk yang ingin berkunjung, kawasannya buka setiap hari Selasa – Minggu mulai dari 09.00 – 17.00 WIB. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |