Bitcoin rebound ke atas US$66.000 menjadi sorotan utama pasar aset digital dalam beberapa hari terakhir. Setelah mengalami tekanan dan turun ke US$62.850, akhirnya berhasil mencatatkan pemulihan dengan rebound ke atas US$66.000. Penguatan mata uang terbesar di dunia cryptocurrency ini terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar global.
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Kompak Merosot, Kapitalisasi Kripto Susut 7 Pekan
Bitcoin Rebound ke Atas US$66.000 Pasca Sentimen Risiko Stabil
Pergerakan Bitcoin dalam sepekan terakhir menunjukkan tren yang cukup kuat. Aset kripto tersebut berhasil mencatat kenaikan hampir 6%. Bahkan kembali menembus level psikologis US$66.000 setelah sebelumnya terpuruk di bawah tekanan pasar. Pemulihan itu turut terdorong oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai mampu mengurangi risiko gangguan terhadap aktivitas perdagangan global. Sehingga mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Meningkatnya kepercayaan pasar pun membuat aliran dana kembali masuk ke berbagai instrumen investasi. Tak terkecuali aset digital. Bitcoin ikut menjadi salah satu aset yang paling untung dari perubahan sentimen ini.
Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar
Kabar mengenai tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara memberikan dampak langsung terhadap pasar keuangan dunia. Investor yang sebelumnya memilih aset aman mulai kembali melirik instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi. Itulah mengapa Bitcoin bisa rebound ke atas US$66.000.
Baca Juga: Morgan Stanley Daftar ETF Bitcoin, Punya Kode Ticker MSBT
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali jalur perdagangan strategis di kawasan Timur Tengah. Langkah ini mampu menjaga kelancaran distribusi energi global. Sekaligus mengurangi potensi gangguan pasokan yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Respons positif juga terlihat dari pergerakan indeks saham di berbagai negara yang mengalami penguatan pasca pengumuman damai. Kondisinya menunjukkan bahwa pasar memandang perkembangan geopolitik terbaru sebagai faktor yang mendukung stabilitas ekonomi di kancah global.
Harga Aset Lainnya Sama-Sama Menguat
Tak hanya Bitcoin rebound ke atas US$66.000, dampak lain dari kesepakatan damai tersebut terlihat pada pasar komoditas. Harga minyak mentah mengalami penurunan cukup tajam. Hal ini karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda. Penurunan harga minyak memberikan harapan baru bagi pasar terkait potensi menurunnya tekanan inflasi global.
Harapan tersebut kemudian mendorong optimisme investor terhadap berbagai kelas aset. Di sisi lain, harga emas juga mengalami kenaikan yang cukup kuat.
Fenomena menarik pun terjadi ketika emas dan Bitcoin bergerak menguat secara bersamaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih melakukan diversifikasi portofolio. Apalagi di tengah perubahan kondisi ekonomi global yang terus berkembang dan seringkali tidak mampu memberi jaminan pasti.
Pasar Masih Menanti Keputusan The Fed
Meski berhasil mencatatkan pemulihan yang cukup impresif, arah pergerakan Bitcoin selanjutnya masih terpengaruh oleh sejumlah faktor. Misalnya saja yang kini menjadi perhatian investor adalah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Pasalnya, hasil itu yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Baca Juga: Inilah Penyebab Bitcoin Anjlok di Bawah 65.000 Dolar AS
Mayoritas pelaku pasar saat ini memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan. Jika proyeksi tersebut terealisasi, pasar berpotensi menerima sentimen tambahan. Sehingga fenomena Bitcoin rebound ke atas US$66.000 dapat semakin kuat. Beberapa pakar turut meyakini potensi Bitcoin rebound masih bisa lebih ke atas melampaui US$66.000 dalam beberapa waktu ke depan. (R10/HR-Online)

10 hours ago
10

















































