Kurangi Ketergantungan TPA, Dedi Mulyadi Percepat Proyek TPPAS Regional Legok Nangka

17 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempercepat realisasi proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka sebagai upaya mengurangi ketergantungan daerah terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya kian terbatas.

Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan perubahan sekaligus pernyataan kembali perjanjian kerja sama proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) antara Pemprov Jabar dan PT Jabar Environmental Solutions (JES).

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bertindak sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) bersama Direktur PT JES Kenichi Ishikawa di Kabupaten Indramayu, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Legok Nangka Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Jabar

Pada kesempatan yang sama, PT Jabar Environmental Solutions juga menandatangani perjanjian penjaminan dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII). Selain itu, Pemprov Jabar menyerahkan perjanjian regres kepada PT PII sebagai bagian dari rangkaian penguatan dukungan terhadap proyek tersebut.

Dedi Mulyadi menilai kehadiran TPPAS Regional Legok Nangka menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan sampah yang selama ini dihadapi sejumlah daerah di Jawa Barat. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas.

“Operasional Legok Nangka nantinya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap sistem pembuangan sampah konvensional yang selama ini menjadi andalan,” katanya.

Perubahan perjanjian kerja sama dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan regulasi serta kebutuhan teknis dan pembiayaan proyek. Penyesuaian itu diharapkan mampu mendukung pelaksanaan proyek agar lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Proyek TPPAS Regional Legok Nangka Bakal Tampung Ribuan Ton Sampah per Hari

TPPAS Regional Legok Nangka direncanakan melayani pengelolaan sampah. Mulai dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, hingga Kabupaten Sumedang. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.131 ton sampah per hari.

Dalam pengoperasiannya, Legok Nangka akan mengadopsi teknologi Waste-to-Energy (WtE) yang memungkinkan sampah diolah menjadi energi listrik. Selain menekan volume sampah yang berakhir di TPA, teknologi tersebut juga diharapkan menghasilkan manfaat tambahan berupa pasokan energi.

Baca Juga: Pemprov Jabar Sebut PJBL TPPAS Legok Nangka Bakal Berlangsung Bulan Depan

Setelah perubahan perjanjian disepakati, proyek akan memasuki tahap penyelesaian pembiayaan (financial close) yang ditargetkan tuntas pada akhir 2026. Selanjutnya, pembangunan fisik akan dipercepat agar fasilitas pengolahan sampah regional tersebut dapat segera beroperasi dan melayani sejumlah daerah di Jawa Barat. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |