harapanrakyat.com,- Komisi V DPRD Jawa Barat mengaku tidak tahu menahu mengenai rencana pembangunan Sekolah Maung atau Manusia Unggulan yang Gubernur Dedi Mulyadi gagas pada 2026 ini.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui rencana pembangunan Sekolah Maung.
Zaini menyebut dirinya baru tahu ada rencana pembangunan Sekolah Maung itu dari media massa dan media sosial pribadi Gubernur Dedi Mulyadi.
“Komisi V belum pernah mendengar diksi Sekolah Maung. Baru tahu empat harian yang lalu dari medsos gubernur dan media idenya sudah terlahir. Saya tidak tahu itu masuk perencanaan atau ide mendadak gubernur yang sporadis,” ujar Zaini, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: KDM Klaim Kas Pemprov Jabar Aman, Tunggakan Proyek Rp621 Miliar Siap Dibayar
Meski baru mendengar informasi itu, Zaini mendapat kabar bahwa Pemkab Purwakarta sedang mengurus hibah tanah seluas 9 hektare ke Pemprov Jawa Barat untuk Sekolah Maung.
Ia pun mengapresiasi langkah persiapan pembangunan Sekolah Maung, karena bisa jadi dengan banyaknya sekolah unggulan menjadi salah satu jalan menuju Jabar Istimewa.
“Saya cari tahu, ketika kemarin ke SMAN 1 Pondok Salam, Pemkab Purwakarta sedang menyiapkan hibah lahan 9 hektar lahan ke provinsi. Kami apresiasi itu, mungkin itu jadi salah satu jalan menuju Jabar Istimewa dengan banyaknya sekolah unggulan,” katanya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dicap Gubernur Ambisius, Padahal…
Lebih Baik Menguatkan Sekolah yang Sudah ada di Jawa Barat Daripada Membangun Sekolah Maung
Kendati begitu, Zaini menilai Pemprov Jawa Barat lebih baik memaksimalkan dan memperkuat sekolah-sekolah yang sudah ada daripada membangun Sekolah Maung.
Sebab, di beberapa sekolah masih ada sisa lahan 1 sampai 2 hektare, sehingga itu bisa memperkuat salah satu dari enam program studi yang ada dalam rencana Sekolah Maung.
“Mending perkuat sekolah yang sudah ada. Di beberapa SMA itu ada yang masih punya lahan 1 sampai 2 hektar sisanya. Itu bisa masuk satu program studi yang Gubernur inginkan,” ucapnya.
Selain itu, Komisi V DPRD Jawa Barat menyebut rencana pembangunan Sekolah Maung ini belum masuk dalam APBD 2026.
Oleh karena itu, Zaini menilai memaksimalkan sekolah yang sudah ada akan lebih cepat daripada membangun. Hal itu karena pembangunan sekolah itu membutuhkan waktu yang lama dan lahan.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Berencana Membangun Sekolah Maung 2026
“Belum (masuk APBD 2026). Yang baru itu lama, sekarang beli lahan, tahun depan membangun. Jadi perkuat yang ada, alokasi masuk ke situ. Tapi kalau Gubernur punya ide yang lain terus juga anggarannya bisa terselesaikan ya dicoba saja,” tuturnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
2

















































