harapanrakyat.com,- Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan pesona pantainya yang memukau, tetapi juga memiliki destinasi lain yang menawarkan keindahan alam sekaligus manfaat sektor perikanan. Salah satunya adalah Balai Benih Ikan (BBI) Pangandaran yang kini mulai difungsikan untuk mendukung budidaya ikan air tawar.
Berlokasi di Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak, BBI Pangandaran dikelilingi pepohonan hijau yang rindang sehingga menghadirkan suasana asri dan menenangkan.
Air kolam yang jernih memantulkan cahaya matahari, menciptakan kilauan indah di permukaannya. Di dalam kolam, berbagai jenis ikan air tawar tampak berenang lincah, menambah daya tarik kawasan tersebut.
Balai Benih Ikan Pangandaran merupakan fasilitas yang dibangun melalui bantuan provinsi (Banprov) dengan anggaran sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2025 lalu. Saat ini, BBI tersebut sudah mulai berjalan, khususnya dalam pengelolaan bahan dan ikan calon induk.
Baca Juga: Program Pendidikan Karakter Melesat di Pangandaran, Siswa Rutin Sholat Dhuha Berjamaah
“Kita punya beberapa kolam calon induk. Kalau dibilang optimal memang belum, tapi sudah difungsikan. Paling tidak fungsi BBI itu sudah diolah dan dijalankan sesuai dengan peran balai benih,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Usep Ependi, Senin 12 Januari 2026.
Rencana Program BBI Pangandaran
Usep menjelaskan, ke depan BBI Pangandaran akan menjalankan program calon induk dan pembenihan. Namun untuk saat ini, fokus utamanya adalah bagaimana menghasilkan calon induk ikan yang kemudian disebarkan kepada para pembudidaya.
“Nantinya pembudidaya harus memiliki calon induk yang bersertifikat. Tidak bisa benih yang disebar itu asal-usulnya tidak jelas,” katanya.
Baca Juga: DKPKP Pangandaran Dorong Produk Perikanan Lokal Masuk Program MBG 2026
Menurutnya, pengolahan calon induk menjadi bagian penting agar benih yang dihasilkan, baik oleh BBI maupun oleh pembudidaya, berasal dari induk yang bersertifikat dan berkualitas. Induk-induk tersebut kemudian dipercayakan kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), bukan perorangan.
“Kelompok yang kita percayakan itu dikasih induk yang bersertifikat. Misalnya jenis ikan nila seperti apa. Penguatannya berbasis kelompok, bukan individu. Walaupun prosesnya dilakukan oleh individu, tetap harus dalam wadah kelompok. Namanya kelompok pokdakan, itu yang kita berdayakan,” paparnya.
Terkait pendistribusian benih ikan, Usep menyebutkan hal tersebut tergantung pada program yang berjalan. Jika ada program bantuan, maka benih akan diberikan kepada kelompok pembudidaya. Ia menegaskan bahwa BBI bukanlah sektor pendapatan atau bisnis.
Meski bukan berorientasi bisnis, Usep mengakui bahwa keberadaan BBI tetap memberikan hasil dan manfaat nyata, terutama dalam menjamin kualitas benih ikan serta mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga: Resmob Satreskrim Polres Pangandaran Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Lokasi Berbeda
“Kalau kelompok membutuhkan dan di BBI ada, ya kita kasih. Bahasanya bukan beli, tapi sifatnya pengganti, meskipun nilainya tidak seberapa,” ujarnya. (Kiki Masduki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
3

















































